31 January 2020, 07:27 WIB

Maskapai Penerbangan Berbagai Negara Hentikan Rute Ke Tiongkok


Antara | Internasional

MASKAPAI-maskapai penerbangan di berbagai negara menangguhkan rute perjalanan mereka ke Tiongkok, setelah infeksi virus korona mewabah ke seluruh dunia. Singapore Airlines Ltd mengatakan bahwa mereka akan mengurangi kapasitas pada beberapa rutenya ke daratan Tiongkok pada Februari, menyusul peningkatan skala epidemi virus korona.

Pemangkasan itu termasuk penerbangan ke Beijing, Shanghai, Guangzhou, Shenzhen, Chengdu, Xiamen dan Chongqing, dan beberapa di antaranya diterbangkan oleh SilkAir, demikian maskapai penerbangan itu mengatakan di halaman Facebook-nya.  Maskapai penerbangan berbiaya rendah milik Singapore Airlines, Scoot, menyatakan mereka akan menangguhkan penerbangan ke 11 kota di Tiongkok, dari awal Februari hingga akhir Maret dan akan mengurangi frekuensi ke delapan tujuan Tiongkok lainnya.
 
Pada saat yang sama, Turkish Airlines juga menangguhkan penerbangannya ke daratan Tiongkok, setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah virus korona di Tiongkok sebagai keadaan darurat global.  CEO perusahaan itu, Bilal Eksi, mengatakan di akun Twitter-nya bahwa penerbangan yang dijadwalkan untuk empat tujuan di Tiongkok, yakni - Beijing, Guangzhou, Shanghai dan Xian telah dibatalkan hingga 9 Februari, dengan mempertimbangkan keputusan terbaru WHO tersebut.
 
Di Amerika Serikat, organisasi persatuan pilot AS pada Kamis mengajukan gugatan ke pengadilan Texas guna mendapatkan perintah untuk penghentikanlayanan penerbangan American Airlines AS-China di tengah wabah virus korona ini.  Allied Pilots Association menyebutkan ancaman kesehatan yang serius dan dalam banyak hal masih belum diketahui oleh virus korona.

baca juga: Sempat Dikarantina, Penumpang Kapal Pesiar di Italia Dibebaskan

Para pilot ini mengutip pula peringatan yang dikeluarkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit yang mencegah semua perjalanan tidak penting ke Tiongkok. Hingga Kamis (30/1), wabah virus korona ini dilaporkan telah menewaskan 170 orang dan menginfeksi hampir 8.000 penderita di seluruh dunia. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT