30 January 2020, 18:00 WIB

Bapak Akuntansi Indonesia Bagikan Kisah Hidup Lewat Buku Biografi


mediaindonesia.com | Humaniora

BERMULA dari membangun firma akuntansi pertama di Indonesia, Utomo Josodirdjo menjelma menjadi akuntan handal Indonesia dan ikut melahirkan sejumlah juruan akuntansi di perguruan tinggi, salah satunya Universitas Airlangga.

Firma akuntansi Utomo juga fokus pada kesetaraan hak pekerja akuntan. Setelah bekerja sama dnegan SyCip Gorres Velayo & Company (SGV) dari Manila, firmanya pun semakin mendunia.

Selain itu, dirinya juga menginisiasi kemitraan SGV dengan Arthur Andersen asal Amerika. Terus melejit, SGV menjadi anggota dari Ernst & Young Global Limited, firma akuntansi terkemuka dunia.

Kisah itu dituangkan Utomo dalam buku biografinya berjudul “A Journey Through Time: The Memoir of Utomo Josodirdjo”. Buku setebal 259 halaman itu diluncurkan pekan lalu di Menara Batavia, Jakarta.

Dalam buku tersebut, Utomo yang jadi salah satu pendiri President University juga menyinggung perubahan sistem akuntansi model Belanda ke sistem akuntansi model Amerika di Indonesia.

Baca juga : Gus Nadir Ajak Saring sebelum Sharing

“Yang membedakan kedua sistem ini adalah satu hal, future prediction. Di sistem akuntansi model Amerika, dengan membaca laporan keuangan, kita bisa memprediksi apa yang akan terjadi pada perusahaan di masa mendatang,” ujar Utomo dalam keterangan tertulisnya.

Selain berbicara mengenai akuntansi, Utomo mengajarkan pentingnya praktek kerja dalam sistem pendidikan akuntansi dan networking.

“Sepulang dari Harvard, saya mendirikan Sabang College. Yang diajarkan di sana teorinya pendek, to the point, dan bisa dipraktekkan langsung. Sebagian besar lulusannya berhasil dalam kedudukan dan keuangan, ada yang jadi menteri, ada juga yang jadi sekjen,” kenangnya.

S.D Darmono, rekan bermain golf Utomo yang juga pendiri President University menyebut, buku biografi Utomo merupakan buku biografi terbaik yang pernah ia baca.

"Saya kira pengalaman hidup Pak Utomo dalam memajukan dunia akuntansi dan mencetak SDM berkualitas yang tekenal di Indonesia dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan dosen yang hadir hari  ini,” ujarnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT