30 January 2020, 22:06 WIB

Empat Stasiun Jadi Prioritas Integrasi


Ilham Ananditya | Megapolitan

PT MRT dan PT KAI telah sepakat untuk memprioritaskan empat stasiun yang akan menjadi  project management unit dalam transportasi berbasis rel. Empat stasiun tersebut Tanah Abang, Senen, Juanda, dan Sudirman.
Keempat stasiun itu akan dikelola perusahan patungan keduanya, PT MITJ (Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek).

"Perusahaan perlu sehat, sehingga dapat langsung membubuhkan keuntungan untuk dapat ada perusahaan yang sehat, perlu ada studi (pada pengelolaan). Studi kedua bagaimana mengintegrasikan berbasis rel di Jabodetabek melihat di dalamnya program strategis, seperti melihat kebutuhan elevated group line," papar Direktur Utama PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, William P Sabandar, Kamis (30/1).
Dia mengatakan integrasi tersebut mencakup 400 kilometer, 72 stasiun se-Jabodetabek, "banyak stasiun itu yg dapat dikembangkan (stasiun jaringan KCI).

"MITJ fokusnya ada pada studi, dua hal, integrasi layanan (pengembangan stasiun dan TOD) dan pengembangan infrastruktur," tambah Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT, Muhammad Effendi.

Per Januari 2022, target integrasi antara MRT dan KCI (yg merupakan anak dari MITJ) sampai pada intra operability operation (khusus lingkup internal).

Pada Rabu (23/1), Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan PT MRT Jakarta telah meresmikan Skybridge Stasiun MRT ASEAN sebagai entrance sisi barat. Skybridge tersebut sudah dibangun sejak Desember 2019 dan ditargetkan selesai di akhir Maret 2020, dan harapannya dapat dibuka di awal April 2020.

"Walaupun sedang menuju fase 2, fase 1 juga akan dilakukan revitalisasi, pelebaran jalur pejalan kaki, pembuatan lahan hijau, pembenahan jalur sepeda di wilayah gajah mada dan hayam wuruk. Konsep penataan (ini) memang mengurangi jalur kendaraan karena kita berfokus pada trotoar dan transportasi umum," ujar Direktur Konstruksi PT MRT, Silvia Halim. (E-3)

BERITA TERKAIT