31 January 2020, 02:55 WIB

Tiongkok Bangun RS dalam Sepekan


MI | Internasional

DI Wuhan, Tiongkok, ada tontonan memukau di tengah drama upaya penanganan virus corona yang menyebar cepat. Virus mematikan dan misterius itu telah merenggut 170 nyawa dan menginfeksi 7.915 jiwa lainnya.

Pemerintah Tiongkok tengah mengerahkan sumber dayanya untuk membangun fasilitas medis baru dengan cepat. Jutaan orang menonton video harian tentang prestasi arsitektur: dua rumah sakit yang berfungsi penuh bangkit dari tanah hanya dalam beberapa hari.

Para pekerja bekerja keras sepanjang waktu untuk memenuhi tenggat. Rumah Sakit Huoshenshan dijadwalkan beroperasi Senin (3/2). Fasilitas medis itu akan memiliki 1.000 tempat tidur dan menempati lahan seluas 269.000 kaki persegi di tepi kota. Dengan timeline yang sama ambisiusnya, RS Leishenshan, seluas 323.000 meter persegi berkapasitas 1.300 tempat tidur dijadwalkan dibuka dua hari kemudian.

Kecepatan konstruksi yang luar biasa memunculkan beberapa pertanyaan: Bagaimana orang Tiongkok dapat secara radikal menekan jadwal pembangunan? "Tiongkok memiliki catatan menyelesaikan berbagai hal dengan cepat bahkan untuk proyek-proyek besar seperti ini," kata Yanzhong Huang dari Dewan Hubungan Luar Negeri.

Huang mengatakan para insinyur akan didatangkan dari seluruh negeri Tiongkok untuk menyelesaikan konstruksi tepat waktu.

Profesor Xu Xiaoyuan, seorang ahli penyakit menular di Universitas Peking di Beijing yang bertanggung jawab menangani kasus SARS parah pada 2003 mengatakanm, kedua fasilitas Wuhan akan memainkan peran penting dalam mengekang epidemi di seluruh Negeri Tirai Bambu.

"Rumah sakit seperti itu secara efektif merawat pasien dan sangat membantu mengurangi tingkat kematian. Rumah sakit khusus seperti itu sangat penting dalam mengobati kasus yang parah, "kata Xu.

Lebih penting lagi, kasus dapat diisolasi dan dikirim ke rumah sakit spesialis dengan cepat, dan itu juga akan membantu menahan laju penularan. "Dua hal penting untuk menangani penyakit menular dapat dicapai di RS yang tersentralisasi dan terspesialisasi," kata Xu. (BBC/Quartz/SCMP/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT