30 January 2020, 17:07 WIB

Rerie Harap Evakuasi WNI di Wuhan segera Terlaksana


Mathias S Brahmana | Politik dan Hukum

WAKIL Ketua MPR Lestari Moerdijat mengapresiasi kehadiran negara dalam melindungi dan menyelamatkan warga negara Indonesia (WNI) di Wuhan maupun bagian Tiongkok lainnya dan negara-negara lain yang terdeteksi terkena virus corona.

Pesawat-pesawat memang sudah disiapkan, namun Lestari mengingatkan agar evakuasi itu segera terlaksana.

Legislator NasDem itu juga meminta pemerintah lebih intens menggunakan semua jalur diplomasi untuk melobi pemerintah Tiongkok agar segera memberikan izin agar Indonesia masuk ke Wuhan mengevakuasi WNI. Upaya evakuasi semakin mendesak mengingat kondisi dari waktu ke waktu kian mencemaskan.

“Pemerintah Indonesia perlu terus menerus melakukan komunikasi dengan pemerintah Tiongkok untuk mendapatkan kesempatan pertama bisa melakukan evakuasi terhadap WNI yang ingin kembali ke Tanah Air,” ujar Lestari yang akrab disapa Rerie saat ditemui di Gedung MPR RI, Jakarta, Kamis (30/1).

Dia mengatakan itu menanggapi adanya permintaan dari WNI yang berada di Wuhan agar segera dapat keluar dari Wuhan dan dipulangkan ke Tanah Air.

Menurut Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Wuhan, Musyafa Al Bangkali, via telepon, situasi memang mulai memburuk karena pasokan makanan kian menipis.

“Kami sudah sampai pada level frustrasi karena berhari-hari diisolasi. Kami, WNI sudah meminta dievakuasi. Status Wuhan masih lock down, semua akses ditutup. Kabarnya, Jepang dan AS telah mengevakuasi warga mereka,” paparnya.

Rerie mengakui memang ada situasi emergency untuk melakukan evakuasi WNI di Wuhan, namun karena ini menyangkut wilayah negara lain maka tetap harus ada prosedur yang dilewati. ‘’Kita tidak bisa begitu saja memasuki wilayah negara lain, tetapi saya yakin begitu ada clearance dari Tiongkok, pesawat-pesawat Indonesia bisa langsung terbang ke Wuhan untuk mengevakuasi WNI di sana. Saya harap itu segera terlaksana,’’ kata Rerie.

Intinya, tegas Legislator Partai NasDem itu, pemerintah sudah menunjukkan kepada publik bahwa negara hadir dan siap melakukan segala upaya untuk menyelamatkan warganya.

Menurut Rerie, komunikasi dengan pemerintah Tiongkok juga perlu intensif dilakukan agar pemerintah bisa memperoleh informasi-informasi yang akurat mengenai situasi mutakhir tentang WNI di sana maupun tentang virus corona.

“Upaya ini untuk mencegah adanya informasi sesat atau hoax yang membuat panik keluarga di Indonesia. Memberikan informasi dan edukasi yang akurat kepada publik juga penting agar masyarakat menjadi mawas tanpa merasa ketakutan yang berlebihan,” tukas Rerie.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam mencerna informasi khususnya dari medsos, dan tidak mudah menyebarkan berita-berita yang tidak jelas sumbernya.

‘’Sebaiknya masyarakat menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan masing-masing,’’ kata Rerie lagi.

Pada bagian lain, Rerie juga meminta, untuk memitigasi masuknya virus, pemerintah perlu lebih memperketat pintu-pintu masuk warga dari luar negeri, khususnya dari Tiongkok dan negara-negara terjangkit virus corona, di bandara-bandara dan pelabuhan.

“Kita juga perlu menyiapkan lebih banyak rumah sakit khusus yang menangani virus corona, terutama di daerah-daerah yang membuka penerbangan langsung maupun pelabuhan yang menangani persinggahan langsung kapal-kapal dari luar negeri,” tegas Rerie. (OL-2)

BERITA TERKAIT