30 January 2020, 16:56 WIB

Serangan Udara Militer Rusia Tewaskan 10 Warga Sipil di Suriah


Rifaldi Putra Irianto | Internasional

SERANGAN udara militer Rusia menghantam sebuah toko roti dan sebuah klinik medis di wilayah Idlib, Suriah. Sebuah wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak Suriah pada Kamis pagi, (30/1).

Kantor berita AFP melaporkan bahwa serangan udara tersebut yang dilakukan sekutu pemerintah Bashar al-Assad itu menewaskan 10 warga sipil dan di antaranya lima wanita.

Tak hanya itu, seorang dokter yang tertutup debu berlari keluar dari klinik Al-shami dan berteriak setelah serangan itu terjadi. Serangan itu juga merusak dinding-dinding fasilitas tersebut, didekatnya tiga bangunan runtuh.

Tangisan wanita dan anak-anak terdengar saat petugas penyelamat mencari jenazah korban di bawah reruntuhan. Kematian terbaru tersebut menambah jumlah warga sipil yang terbunuh oleh serangan udara militer Rusia di Idlib selama 24 jam terakhir menjadi 21 korban.

Sebelumnya, Rusia membantah meluncurkan operasi tempur di wilayah Idlib sejak gencatan senjata yang disepakati dengan kelompok pemberontak yang didukung Turki yang mulai berlaku pada 12 Januari 2020.

Namun gencatan senjata yang disepakati bak surat mati, dengan jumlah serangan Rusia yang dilaporkan meningkat tajam.

Ribuan tentara Rusia dikerahkan di seluruh Suriah, sementara tentara bayaran dari Rusia juga beroperasi di darat.

Intervensi militer Moskow sejak 2015 dan telah empat tahun mendukung Presiden Bashar al-Assad memulai menguasai  wilayah yang sebelumnya dikuasai kelompok pemberontak Sunni. .

Setelah serangan udara, serangan darat yang dilakukan pasukan pro-Assad dilakukan di wilayah selatan Provinsi idlib, termasuk merebut wilayah strategi Maaret al-Numan pada Rabu (29/1).

Kini pasukan pro-Assad yang didukung militer Rusia bergerak menuju Kota Saraqib, yang telah ditinggalkan sebagian besar warganya. (AFP/Rif/OL-09)

BERITA TERKAIT