30 January 2020, 15:53 WIB

Oknum Camat di Langkat Jadi Tersangka Pemerasan


Yoseph Pencawan | Nusantara

KEPOLISIAN  Daerah Sumatera Utara telah menetapkan dua pejabat Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, sebagai tersangka pemerasan terkait penerbitan surat rekomendasi izin mendirikan bangunan.

Keduanya adalah Yafizham Parinduri (Camat Babalan) dan Rosmawati (Sekretaris Kecamatan Babalan).

"Mereka sudah dinaikkan statusnya menjadi tersangka," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmadja, Kamis (30/1) siang.

Dia menjelaskan, kasus ini terungkap setelah personel Unit 4 Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumut melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (29/1), pukul 14.30 WIB di Kantor Camat Babalan.

Dalam OTT tersebut petugas menindak Camat, Sekcam dan seorang staf kantor camat bernama Rahmi Nur Fadlina (Kasi Terantib).

Mereka diduga melakukan tindak pidana korupsi pemerasan terkait dengan penerbitan Surat Rekomendasi Camat untuk pengurusan Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Petugas pun mendapati beberapa barang bukti di TKP. Antara lain 1 amplop putih bertuliskan PT Mandiri Bersama Saudara yang berisi lembaran uang Rp100.000 sebanyak 50 lembar dengan jumlah total Rp5 juta. Barang bukti ini dapati pada Rosmiati.

Kemudian 1 lembar surat nomor : 648-03.R/BBL/2020 perihal permohonan SIM tanggal 29 Januari 2020 yang ditanda tangani Yahfizam Parinduri S.Sos. Barang bukti ini disita dari Yahfizam sendiri.

Lalu 1 berkas permohonan surat IMB dari atas nama Yulial Fahri yang disita petugas dari tangan Rahmi Nur Fadlina.

Setelah OTT itu, malam pada hari yang sama, polisi melakukan gelar perkara di aula Bagian Wassidik Ditreskrimsus Polda Sumut. Dan kemudian menaikkan status kasus ini dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Adapun Yafizham dan Rosmawati dipersangkakan dengan Pasal 12 huruf (e) UU No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHP.(OL-2)

 

BERITA TERKAIT