30 January 2020, 14:22 WIB

Anak Purnawirawan Jenderal Dipaksa Tinggalkan Rumah Dinas


Tri Subarkah | Megapolitan

DELAPAN rumah dinas yang ditempati keluarga purnawirawan TNI AD di Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat dikosongkan. Salah satu yang terkena imbas adalah keluarga Alm. Brigjen (Purn) Imam Soepomo. Imam pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Iran dan Papua Nugini.

Putri kelima Imam, Ati Soepomo menyebut sudah mendapatkan SP 3 untuk mengosongkan rumah dinas di Jalan No 8 tersebut. Untuk menghindari ketegangan dengan pihak TNI, secara sukarela sejak Rabu (29/1) malam, keuarganya memindahkan beberapa barang ke apartemen yang sudah disewanya. Pantauan Media Indonesia pada Kamis (30/1) pagi, barang-barang yang belum diangkut masih diletakkan ke dalam beberapa dus.

Baca juga: Soal Revitalisasi Monas, Gerindra: Enggak Mungkin Berhentilah

"Tadi malem kami panik melihat yang lalu, itu kan 13 rumah diangkutin semua, akhirnya panik, yaudah kami kosong-kosongin. Daripda diangkat-angkat mereka (TNI)," aku Ati di lokasi, Kamis (30/1).

Ati menjelaskan bahwa pada peringatan 17 Agustus 2017, bapaknya diundang oleh Presiden Joko Widodo ke Istana Negara untuk menerima penghargaan pejuang veteran dan perintis kemerdekaan Bintang Gerilya.

Keluarga Imam pertama kali menerima surat peringatan tertulis untuk mengosongkan rumah tertanggal 16 Atustus 2017 dengan nomor B/2355/VIII/2017.

"Saat bapak masih ada pun bapak sudah menerima SP1. Mungkin kalau saya yang tidak punya ikatan langsung dengan TNI, saya tidak terlalu merasa apa-apa. Tapi kalau beliau merasa, ini kok saya dapat ini. Mungkin bapak agak kecewa. Padahal kalau saya lihat bapak pengabdian buat negara. Benar-benar salut sama bapak, jadi contoh buat anak," kenang Ati.

Menurut Ketua Koalisi Anak Bangsa Peduli Jasa Pahlawan, AA Auliasa Ariawan, rumah-rumah yang dieksekusi hari ini sedang dalam proses gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Ia mendorong pihak Kodam Jaya menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Baca juga: Pelaku Prostitusi di Apartemen Kalibata Masih Berusia Anak

Lebih lanjut, Ariawan mengatakan, penghuni sudah memiliki Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) Nomor 66/I/JP/2007 dan Nomor Induk Bidang (NIB) yang diterbitkan Badan Pertahanan Nasional (BPN) Jakarta Pusat. Sedangkan, TNI Kodam Jaya baru memberikan peringatan yang menyatakan bahwa tanah dan bangunan tersebut sudah bersertifikat hak paten No 27/2008. "Kan ini jadi aneh. Ini kan semuanya harus dibuktikan di pengadilan," tandas Ariawan.

Sekira jam 09.00 WIB, ratusan pasukan TNI mendatangi rumah-rumah untuk dikosongkan hari ini. Sebanyak 16 truk diturunkan untuk membantu proses pengosongan rumah. (OL-6)

BERITA TERKAIT