30 January 2020, 13:39 WIB

Soal Monas, Walhi DKI Nilai Anies Acuh Penghijauan


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

WAHANA Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) DKI Jakarta mempertanyakan kebijakan Gubernur Anies Baswedan soal revitalisasi bagian selatan kawasan Monas.

Juru kampanye Walhi DKI Jakarta Rehwinda Naibaho menyebut pengalihan fungsi ruang terbuka hijau menjadi beton adalah bentuk lemahnya komitmen Pemprov DKI terhadap pemilihan lingkungan hidup.

"Pohon masih dianggap makhluk hidup yang 'dinomor sekian kan' atau dianggap tidak penting. Alasan merevitalisasi dengan rencana membangun kolam tidaklah dibenarkan," kata Rehwinda dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (30/1).

Walhi DKI Jakarta juga menyebut tidak ada urgensi bagi Pemprov DKI Jakarta untuk mengalihfungsikan kawasan tersebut.

Mereka menganggap tidak ada kondisi yang genting hingga Pemprov melakukan penebangan ratusan pohon dan menyulap lahan di kawasan Selatan dengan cor beton.

Baca juga: Soal Revitalisasi Monas, Gerindra: Enggak Mungkin Berhentilah

Menurut Rehwinda, Pemprov DKI justru menghilangkan sumber penting bagi kehidupan warga. Dengan kondisi Jakarta yang darurat ekologis dan sangat membutuhkan banyak pohon seharusnya pohon di Jakarta mendapat perlakuan khusus.

Misalnya, seperti pendataan seluruh pohon di Jakarta dimulai darl jenis, kondisi, dan monitoring secara rutin untuk melihat kondisl pohon di Jakarta.

"Walhi DKI Jakarta mendesak agar proyek revitalisasl kawasan Monas tidak hanya dihentikan, melainkan juga segera mengembalikannya ke fungsi awal sebagal ruang terbuka hijau. Alasan keterlanjuran juga tidak dibenarkan," tegas Rehwinda.

Pengalihfungsian Iahan ini tidak hanya berdampak pada semakin berkurangnya ruang terbuka hijau Jakarta tetapi berkurangnya sumber penyerap polutan Jakarta dan serapan air.

"Bahkan, pada Jumat (24/1), kawasan Monas sempat tergenang air dan kami menduga ini adalah dampak dari proyek revitalisasi kawasan Monas," pungkas Rehwinda. (OL-1)

BERITA TERKAIT