30 January 2020, 10:52 WIB

Kejahatan Remaja di Yogyakarta Sudah Tiarap


Ardi Teristi Hardi | Nusantara

KAPOLRESTA Kota Yogyakarta, Kombes Armaini menyatakan kejahatan yang dilakukan remaja di Yogyakarta sempat meningkat beberapa waktu yang lalu. Namun dalam tiga minggu terakhir, peristiwa kejahatan yang dilakukan oleh remaja (yang selama ini disebut klitih) sudah tiarap.

"Akhir tahun dan minggu pertama tiba-tiba ada peningkatan (tindak kejahatan oleh remaja). Namun, dalam tiga minggu terakhir, mereka tiarap," kata Armaini usai rapat gabungan dengan Komisi A dan D di DPRD Provinsi DIY, Kamis (30/1). Ia menyebut, turunnya tindak kejahatan yang dilakukan oleh remaja tersebut tidak lepas dengan kegiatan kepolisian rutin yang ditingkatkan.

Ia menyebut, tindakan yang dilakukan kepolisian saat ini hanya solusi sementara. Menurut dia, solusi jangka panjangnya adalah semua pihak harus terlibat dalam mencegah kejahatan remaja agar tidak timbul lagi.

"Jangka panjangnya harus dilakukan bersama-sama karena anak-anak adalah masa depan bangsa kita," kata dia.

Kepolisian telah melakukan berbagai cara untuk menekan tindak kejahatan oleh remaja. Mulai dari preentif lewat edukasi, preventif lewat tindakan  mencegah bertemunya niat dan kesempatan, hingga represif lewat penindakan hukum. Dari kasus-kasus yang ditangani, Kombes Armaini mengatakan, latar belakang mereka bukan ekonomi atau pun politik, melainkan eksistensi diri. Tindakan kejahatan mereka lebih disebabkan eksistensi diri.

Mereka punya geng dan punya kebanggaan terhadap geng. Namun, kebanggaan terhada geng tersebut menjurus hal-hal negatif, termasuk kejahatan, karena mendapat input yang salah dari senior mereka. Ia menyebut, peran orang tua dan masyarakat sangat penting. Pasalnya, di antara mereka punya masalah di keluarga dan sekolah.

"Orang tua ke depan perlu diberikan pengetahuan tentang parenting yang baik," kata dia.

Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Bambang Wisnu Handoyo menyatakan, tindak kejahatan yang dilakukan oleh remaja jangan hanya menyudutkan pihak sekolah.

"Bukan hanya tanggung jawab sekolah. Keluarga dan masyarakat juga bertanggung jawab. Masa yang disudutkan sekolah terus," kata dia.

Ia berharap, pencegahan kejahatan remaja bisa ditangani secara terpadu oleh sekolah, masyarakat, dan keluarga. Pengurus kampung dan keluarga juga harus diajak untuk duduk bersama membahas pembinaan bagi remaja agar tidak melakukan tindak kejahatan.

baca juga: Kasus Faktur Pajak Fiktif Ungkap Fakta Baru

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto dan Ketua Komisi D DPRD DIY, Koeswanto mengungkapkan pentingnya langkah-langkah strategis untuk mencegah aksi kejahatan oleh remaja, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Mereka juga mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan kepolisian untuk mencegah aksi kekerasan pelajar. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT