29 January 2020, 22:07 WIB

Lombok Siap Menyongsong MotoGP 2021


Retno Hemawati | Nusantara

WAKIL Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengunjungi desa-desa di lingkar bandara Penujak, Tanaq Awu, Sengkol, dan Ketara di Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (29/1), untuk melihat kesiapan tiga desa itu menyongsong ajang MotoGP 2021.
  
Dalam kunjungan ke tiga desa tersebut, titik pertama Ummi Rohmi berkeliling mengunjungi Desa Penujak. Di desa itu, Ummi Rohmi beserta beberapa pejabat lainnnya berkeliling menikmati indahnya angkringan kuliner masyarakat dan menyaksikan secara langsung proses pembuatan gerabah yang merupakan pekerjaan sebagaian besar masyarakat tersebut. "Wisatawan yang berkunjung akan menikmati enaknya kuliner khas Penujak. Tidak hanya itu, wisatawan juga bisa secara langsung belajar membuat gerabah. Ada puluhan jenis gerabah yang dibuat di Desa Penujak," ujarnya.
  
Selepas dari Desa Penujak, Ummi Rohmi bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Tanaq Awu. Ummi Rohmi berdialog bersama masyarakat setempat dan meninjau rencana lokasi pembuatan pasar seni yang dirancang oleh Pemerintah Desa Tanaq Awu.
  
Menurut Ummi Rohmi, pasar seni tersebut sangat cocok dibuat di Desa Tanaq Awu dengan harapan pasar seni tersebut bisa mendongkrak perekonomian masyarakat.
  
Apalagi, lanjut Wagub, Tahun 2021 NTB akan menjadi tuan rumah MotoGP. Warga Lombok Tengah, khususnya Tanaq Awu, tidak boleh hanya menjadi penonton. Adanya pasar seni nanti bisa semakin membuat wisatawan nyaman berada di NTB. "Tanaq Awu harus menjadi corong perekonomian di daerah yang kita cintai ini," ucap Wagub.
  
Selepas meninjau lokasi pembuatan pasar seni, Ummi Rohmi mengunjungi Desa Sengkol dan Ketara. Di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, merupakan salah satu desa tertua di Lombok Tengah. Selain tertua, desa ini kaya akan budaya dan adat istiadat yang terus dilestarikan masyarakat. Desa yang dihuni oleh sekitar 13 ribu jiwa lebih ini sangat mempertahankan kebudayaan lokal hingga kini.
  
Namun demikian, Ummi Rohmi mengatakan masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dan dikembangkan lagi supaya desa wisata lingkar bandara tersebut menjadi lebih baik, misalnya masalah kebersihan, masyarakat diharapkan menjaga lingkungan desa wisata tersebut dengan memulai memilah sampah dari rumah. "Kebersihan dan pengelolaan sampah mesti ketat, sehingga tempat ini memiliki nilai jual yang tinggi. Wisata Kuliner juga kalau bisa ada aturan tidak membolehkan menggunakan plastik," katanya. (Ant/OL-12)

BERITA TERKAIT