30 January 2020, 05:10 WIB

Mengalir tiada Henti ke Jabar dan Banten


(CS/RS/PT/FB/PO/N-2) | Nusantara

INDRA Gunawan menyisir stok beberapa jenis pupuk untuk kebutuhan petani di Jawa Barat dan Banten. Juru bicara PT Pupuk Kujang itu pun sampai pada kesimpulan, stok pupuk urea, NPK, dan organik sudah sangat berlebih.

"Aturannya, produsen pupuk diwajibkan menyimpan stok untuk kebutuhan dua minggu ke depan. Namun, melihat stok yang ada di gudang kami, jumlahnya setara dengan stok untuk dua bulan ke depan, bahkan lebih," ujarnya, kemarin.

Di gudang, anak perusaahaan PT Pupuk Indonesia ini menyimpan 178.848 ton urea, 381% dari ketentuan sebesar 46.998 ton, dan NPK sebanyak 47.512 ton atau empat kali lipat dari aturan. Adapun pupuk organik tersedia 10.030 ton atau hampir dua kali lipat dari ketentuan yang sebesar 4.760 ton.

"Petani tidak perlu khawatir terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi. Perusahaan kami mampu memproduksi urea sebanyak 1,1 juta ton per tahun, NPK 200 ribu ton dan organik 20 ribu ton," tandas Indra.

Sikap optimistis juga ditunjukkan Kabid Produksi, Dinas Pertanian Bali, Wayan Sunartha. Musim tanam di awal tahun ini tidak akan diwarnai kekurangan pupuk subsidi. "Pemerintah daerah menyubsidi 12 ribu ton dan pemerintah pusat 20 ribu ton. Ketersediaan pupuk bersubsidi aman untuk Bali."

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sikka, Nusa Tenggara Timur, Mauritz da Cunha juga menenangkan petani karena menurutnya tahun ini ada 3,2 juta ton pupuk subsidi yang digelontarkan ke daerah ini. "Petani tidak perlu khawatir terjadi kelangkaan. Ketersediaan pupuk dalam kondisi aman."

Petani di Kabupaten Flores Timur, NTT, juga tidak pernah khawatir akan ketersediaan pupuk bersubsidi.

"Kebanyakan petani sudah mengolah sendiri pupuk organik untuk tanaman mereka," jelas Kepala Dinas Pertanian Anton Wukak Sogen. (CS/RS/PT/FB/PO/N-2)

BERITA TERKAIT