30 January 2020, 04:30 WIB

Kampus Merdeka Disambut


(Aiw/Bay/H-1) | Humaniora

KEBIJAKAN Kampus Merdeka yang diluncurkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim diyakini akan memberikan kesempatan pada mahasiswa dan pendidikan tinggi untuk mengembangkan kapasitas intlektual dan skill.

Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof Ojat Darojat mengatakan hal tersebut pada acara temu insan media di Kantor UT, Tangerang Selatan, Banten. "Kebijakan Kampus Merdeka memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk berkembang. Tidak hanya berkutat pada belajar di kampus saja," ujar Ojat.

Pada perkuliahan konvensional, imbuhnya, mahasiswa hanya berkutat pada pembelajaran di kampus, mengikuti kurikulum yang dirancang pihak kampus. Kalaupun magang tidak lama, hanya sekitar satu bulan hingga tiga bulan.

Manfaat yang bisa didapat oleh UT, kebijakan Kampus Merdeka ini memungkinkan mahasiswa yang kuliah di UT untuk mengambil mata kuliah di kampus lain atau melakukan kegiatan yang ada kaitannya dengan kompetensi yang ingin dicapai.

Kebijakan Merdeka Belajar tersebut juga disambut antusias oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang sudah menyiapkan tim kajian khusus. "Kami menyambut baik dengan melakukan pemetaan dan membentuk tim kajian untuk restrukturisasi kurikulum, melakukan workshop melibatkan semua fakultas dan program studi atau prodi guna membuat matrik dan isi kurikulum," kata Rektor UNJ Komaruddin di kampus UNJ, Jakarta, kemarin.

Dikatakan, UNJ akan bekerja sama dengan kalangan dunia usaha dan industri serta perguruan tinggi lainnya. Untuk kebijakan Merdeka Belajar yang memberikan kesempatan magang tiga semester atau SKS bagi mahasiswa di luar kampus, pihaknya akan melakukan pemetaan dengan membuat materi kurikulum yang memberi kesempatan prodi merancang kurikulum untuk mengakomodasi 3 SKS tersebut. "Melalui sistem magang, dapat menyiapkan mahasiswa agar lulus untuk siap kerja." (Aiw/Bay/H-1)

BERITA TERKAIT