29 January 2020, 21:18 WIB

Banjir dan Longsor di Tapanuli Tengah, Tujuh Meninggal


Januari Hutabarat | Nusantara

TUJUH orang meninggal dan 22 lainnya luka karena bencana banjir, longsor serta angin kencang di Kecamatan Barus dan Adam Dewi, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara (Sumut), Rabu (29/1) dini hari.

Ketujuh korban meninggal yakni, Marpaung, 50; Juster Sitorus,55; Pardamean BR Manalu,85; Abdul Rahman,72; Esrin Pane,48. Sedangkan dua korban meninggal lainnya belum diketahui identitasnya. Semua warga Kecamatan Adam Dewi.

Akibat kejadian tersebut sebanyak 700 kepala keluarga (KK) harus mengungsi.

"Itu masih data sementara, kami masih terus melakukan pencarian serta pendataan karena sebagian korban masih belum rampung didata bahkan lokasi kejadian berada didua Kecamatan,'' kata Kepala BPBD Tapanuli Tengah Safaruddin Ananda Nasution, sembari menyebutkan pihaknya telah mendirikan dapur umum untuk korban bencana tersebut.

Dia menjelaskan, bencana terjadi pada Desa Kampung Mudik, Desa Pasar Terandam, Desa Bungo Tanjung, Desa Kinali, Desa Ujung batu, Kelurahan Batu Gerigis, Kelurahan Padang Masiang, Kecamatan Barus. Banjir disebabkan luapan air dari Sungai Aek Sirahar.

Desa Kampung Mudik Terendam banjir setinggi 2 Meter, Desa Pasar Terandam terkena luapan air Sungai Aek Sirahar mengakibatkan banjir dan terendamnya Pemukiman Setinggi 2,5 Meter, Desa Bungo Tanjung terendam banjir setinggi 2 meter, Desa Kinali terendam Banjir Setinggi 2 meter, Desa Ujung Batu Terendam banjir setinggi 2 meter, Kelurahan Batu Gerigis terendam Banjir Setinggi 2 meter, Kelurahan Padang Masiang terendam Banjir Setinggi 2 meter. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT