29 January 2020, 21:10 WIB

Mahasiswa di Wuhan Pastikan tak Ada WNI Terinfeksi korona


M. Ilham Ramadhan Avisena | Internasional

HINGGA Kamis (29/1) tidak ada satu pun warga negara Indonesia (WNI) di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok yang terpapar virus Novel Coronavirus alias virus korona (2019-nCOV).

Hal itu dipastikan oleh Gerard Ertandy, seorang mahasiswa asal Indonesia yang berada di Wuhan. Harapannya, virus yang muncul di November 2019 itu tidak akan pernah menular ke WNI di sana.

"Kami di sini sehat, kami juga tidak berharap salah satu dari kami terjangkit virus korona. Kami terus berkomunikasi antara satu WNI dengan WNI yang lain dan memang sampai saat ini belum ada infeksi korona yang menimpa WNI di sini sampai hari ini," kata Gerard dikutip dari Wawancara dengan Metro TV, Rabu (29/1).

Gerard menambahkan, WNI yang ada di Wuhan juga telah mengetahui rencana pemerintah untuk melakukan evakuasi. Kabar tersebut menjadi pemantik untuk mempertahankan asa kembali ke Tanah Air.

Namun, diakuinya, proses evakuasi yang direncanakan pemerintah Indonesia memang tidak akan mudah. Akan tetapi Gerard meyakini baik pemerintah Indonesia maupun Tiongkok akan mengambil keputusan yang tepat dalam situasi ini.

Baca juga : Wapres Pastikan Pemerintah Siap Evakuasi WNI di Wuhan

"Kami percaya kepada pemerintah Indonesia, dan bersama pemerintah Tiongkok, pasti telah memikirkan solusi terbaik untuk kami," imbuh Gerard.

Rasa optimistis juga disebutnya muncul ketika beredar berita tentang penduduk yang berada di Wuhan saling teriak menyemangati kota bersemboyan 'Wuhan, Beda Tiap Harinya' itu.

Semangat itu diakui Gerard menular ke mayoritas penduduk Wuhan. "Dengan adanya semangat itu, kami bisa fight untuk menghadapi epidemik yang sedang terjadi," ujarnya.

Gerard menjelaskan, setelah Wuhan diisolasi oleh pemerintah Tiongkok, para mahasiswa dan penduduk langsung diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Selain itu, mahasiswa yang berada di Wuhan juga difasilitasi dengan perlengkapan pencegahan seperti masker, sabun cuci tangan dan termometer.

"Kami juga diimbau untuk selalu menggunakan masker pada saat kami ingin keluar, diimbau juga untuk menjaga kebersihan dan mencuci tangan. Sedangkan termometer itu digunakan oleh kami yang kemudian kami laporkan suhu badan kami ke pihak kampus," urai Gerard.

Baca juga : Wapres Pastikan Pemerintah Siap Evakuasi WNI di Wuhan

"Intinya untuk kami adalah untuk menjaga kebersihan dengan mencuci tangan, itu yang paling penting dan mengenakan masker bila bepergian," sambung dia.

Akan tetapi, tidak serta merta aktivitas di Wuhan seketika mati total. Sebab, kata Gerard, beberapa toko yang menjual kebutuhan sehari-hari masih tetap beroperasi.

Kebutuhan pokok WNI di Wuhan juga diakuinya mencukupi hingga beberapa hari ke depan.

"Beberapa hari sebelumnya kami juga mendapat bantuan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia yang ada di Beijing berupa kucuran dana untuk hidup kami selama satu minggu. Tapi memang bantuan yang kami terima akan habis dalam beberapa hari ke depan," pungkasnya.

Sebelumnya, dikabarkan pula pihak TNI menyiapkan tiga armada pesawat untuk mengevakuasi WNI di Wuhan. Proses evakuasi tersebut tinggal menunggu instruksi dari Presiden Joko Widodo. (OL-7)

BERITA TERKAIT