30 January 2020, 00:55 WIB

Parlemen Eropa Ratifikasi Syarat Keluarnya Inggris


MI | Internasional

PARLEMEN Uni Eropa diharapkan untuk meratifikasi syarat keluarnya Inggris dari Uni Eropa, yang berarti Brexit akhirnya akan dikonfirmasi, tiga setengah tahun setelah referendum.

Pemungutan suara bersejarah pada hari Rabu sekitar pukul 17.00 waktu setempat akan didahului dengan debat. Sekitar 751 anggota Parlemen Eropa dari 28 negara anggota secara luas diharapkan untuk mengantarkan pada tahap akhir dari proses ratifikasi.

Inggris kemudian akan meninggalkan blok pada hari Jumat pukul 23.00 GMT.

Sejak saat itu, Inggris akan keluar dari lembaga Uni Eropa dan dalam masa transisi, saat negosiasi tentang hubungan perdagangan di masa depan akan berlangsung.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menekankan bahwa periode transisi tidak boleh melampaui satu tahun, berakhir pada akhir tahun 2020, tetapi para pemimpin Eropa dan anggota oposisi Inggris mengatakan bahwa tenggat waktu tidak dapat diraih.

Beberapa politisi Inggris telah menyarankan Brussels mungkin harus fleksibel pada aturannya untuk melindungi arus perdagangan dalam pembicaraan.

Dalam beberapa hari terakhir, politisi Eropa telah meningkatkan retorika mereka, menyerukan Inggris untuk bersedia berkompromi.

Dalam sebuah artikel di mingguan Jerman Die Zeit pada Rabu, Menteri Luar Negeri Heiko Maas mengatakan Inggris harus berkompromi pada masalah-masalah seperti hak-hak konsumen dan perlindungan ­lingkungan jika ingin mempertahankan akses penuh ke pasar tunggal UE.

“Pada akhir tahun ini, kita harus jelas tentang bentuk hubungan kita,” tulis Maas.

“Jadi, izinkan saya mengatakan dengan sangat terbuka: Ya, kita semua menginginkan tarif nol dan hambatan perdagangan nol, tetapi itu juga berarti nol dumping dan nol kompetisi tidak adil. Tanpa standar serupa untuk melindungi pekerja kita, konsumen kita dan lingkungan, tidak mungkin ada penuh akses ke pasar tunggal terbesar di dunia,” tambahnya.

Sebelumnya, PM Irlandia Leo Varadkar mengatakan, UE akan lebih unggul dalam pembicaraan perdagangan, memiliki tim yang lebih kuat karena populasi dan pasar yang lebih besar.

Irlandia, yang bukan bagian dari Inggris, akan tetap menjadi anggota blok, sedangkan Irlandia Utara, Wales dan Skotlandia akan keluar bersama dengan Inggris. (Aljazeera/TheGuardian/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT