30 January 2020, 00:05 WIB

Satgas Investasi untuk Cegah Penipuan


MI | Megapolitan

KAPOLRI Jenderal Idham Azis memastikan bahwa tim Satgas Pengawalan Investasi akan bekerja ekstra untuk mengawal segala bentuk investasi masyarakat. Hadirnya satgas tersebut juga terkait maraknya kasus penipuan dengan modus investasi bodong.

Satgas yang dibentuk oleh Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Komjen Listyo Sigit Prabowo, itu bakal bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia.

“Sehingga satgas ini bisa lebih efesien setelah mendapatkan data dari OJK dan Bank Indonesia,” ujar Idham di sela-sela Rapat Pimpinan Polri 2020, di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, kemarin.

Idham pun tidak merinci jumlah personel yang akan ditempatkan termasuk berapa lama masa kerja satgas tersebut. Namun, terang dia, dalam prosesnya satgas tetap bekerja sama dengan para pemangku kepentingan. “Satgas mengawal investasi itu sekarang lagi dibentuk timnya oleh Kabareskrim,” ujarnya.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra, menambahkan Satgas Pengawalan Investasi akan membantu pengawasan terhadap investasi masyarakat Indonesia. Satgas itu juga  menjamin investasi yang dilakukan pihak asing di dalam negeri.

“Substansi tugas satgas, Polri memberikan jaminan kepada masyarakat dan internasional dengan berinvestasi di Indonesia,” kata Asep.

Selain Satgas Pengawalan Investasi, imbuh Asep, Korps Bhayangkara juga membentuk 9 satgas lain, yaitu Satgas Nusantara, Satgas PON (Pekan Olahraga Nasional), Satgas Anti Mafia Bola, Satgas Pangan, Satgas Karhutla, Satgas Migas, Satgas Saber Pungli, Satgas Penanggulangan Bencana, dan Satgas Penanggulangan Hoax.

Satgas-satgas itu dibentuk untuk mengamankan program nasional. Dalam pelaksanannya, seluruh satgas itu akan disinergikan bersama jajaran TNI. Dengan demikian diharapkan pengawalan program pemerintah dapat berjalan aman dan lancar.


Satu tersangka

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menangkap EAH alias Eka, tersangka kasus penipuan pembelian vila dan tanah terhadap Putri Arab Saudi, Lolowah binti Faisal Al Saud. EAH yang diamankan saat berada di kawasan Kuningan, Jaksel, Selasa (28/1), kini berada di balik jeruji besi.

Selain EAH, penyidik juga masih mengejar Evie alias EMC, tersangka lain yang terlibat perkara. Kasus itu berawal dari laporan pihak kuasa hukum korban ke Bareskrim Polri pada Mei 2019.

Dalam mengungkap kasus tersebut, tukas Asep, kepolisian telah memeriksa 24 orang saksi. Kasus itu merupakan bagian dari rangkaian tindak pidana penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang. Modus operandinya ialah tersangka membuat sebuah kesepakanan untuk pembangunan vila dan pengadaan lahan di Bali.

Dalam perjalannya tersangka justru tidak dapat merealisasikan janjinya. Asep menyebut kerugian material Putri Lolowah mencapai US$36,1 juta atau setara Rp505 miliar. Penyidik telah menyita barang bukti antara lain dua unit mobil mewah, akta jual beli, dan dokumen pengiriman uang dari pelapor ke terlapor. (Tri/Medcom/J-3)

BERITA TERKAIT