29 January 2020, 22:25 WIB

Belanja APBN Jadi Penopang Ekonomi Domestik


MI | Ekonomi

MENTERI Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan pemerintah masih cukup optimistis dengan ekonomi domestik di tahun 2020. Pasalnya, meski ekonomi nasional dalam keadaan yang tidak pasti, Indonesia masih bisa mengadalkan belanja APBN untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saya menyampaikan kita dari sisi pengelolaan fiskal, kami optimistis tapi tetap waspada. Kita punya tools fiscal instrument yang siap kita gunakan untuk bisa mendorong, merespons kondisi ekonomi,” ungkapnya dalam sambutan di acara BRI Group Economic Forum 2020, Jakarta, Rabu (29/1).

Ia menjelaskan, dengan potensi konsumsi domestik yang besar, ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh lewat belanja APBN. Untuk itu, dia berharap setiap kementerian dan lembaga bisa menggunakan anggaran negara tersebut dengan baik guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Di tahun 2020, lanjutnya, alokasi belanja negara untuk kementerian lembaga mencapai Rp2.540 triliun. Dengan anggaran yang besar tersebut, pengelolaan APBN menjadi sangat dinamis.

“Tahun ini Rp132 triliun untuk kemenhan, PU-Pera Rp120 triliun. Tapi persoalannya, APBN kapasitas to spend tahun lalu saja PU-Pera dapat Rp110 triliun tapi belanja Rp100 triliun, ada Rp10 triliun yang unspent. Tahun ini naik Rp120 triliun. Kemenhan tahun lalu Rp119 triliun dan spend Rp100 triliun juga, masih ada Rp19 triliun unspent,” imbuhnya.

Untuk itu, yang patut diwaspadai adalah pengelolaan dan perencanaan anggaran. Apabila anggaran yang besar itu dikelola dengan baik dan tepat sasaran, hal itu bisa menstimulus pertumbuhan ekonomi domestik di tengah melemahnya pertumbuhan ekonomi global.

“Kita sekarang belum masalah anggaran, tapi perencanaan hingga eksekusi harus betul-betul bagus. Ini fokus kita, momentum ekonomi terjaga,” kata dia. (Van/E-2)

BERITA TERKAIT