29 January 2020, 15:40 WIB

Penyelesaian Konflik Papua Jangan Gunakan Pendekatan Keamanan


Emir Chairullah | Politik dan Hukum

WAKIL Presiden RI, Ma’ruf Amin, meminta penyelesaian masalah Papua tidak menggunakan pendekatan keamanan.

“Pendekatan keamanan bukan cara yang harus dilakukan. Kalaupun dilakukan itu karena terpaksa,” kata Ma'ruf di Kantor Wapres, Jakarta, Rabu (18/1).

Hal itu ditegaskan Ma’ruf saat menanggapi kasus kekerasan di Kabupaten Nduga, Papua, yang menimbulkan banyak korban. Hingga saat ini, masyarakat di wilayah itu terpaksa mengungsi untuk menghindari kekerasan.

Baca juga: Ribuan Pasukan TNI-Polri Bertahan Jamin Keamanan di Papua

Lebih lanjut, Wapres menekankan keberadaan aparat keamanan bertujuan membuat situasi kondusif. Artinya, keberadaan aparat keamanan hanya bersifat sementara. “Kalau situasinya sudah kondusif, tentu keamanan ini akan ditarik,” pungkasnya.

Ma’ruf menyebut Presiden RI, Joko Widodo, juga menginstruksikan agar penggunakan pendekatan keamanan bersifat temporer, bukan menyeluruh. Ketika ditanya kapan pemerintah akan menarik aparat keamanan dari Papua, Ma’ruf berharap secepatnya.

“Kita mengharap tidak terlalu lama, secepatnya lah harapannya," imbuh dia.

Pemerintah akan mengutamakan pendekatan kesejahteraan dalam menyelesaikan konflik Papua, baik fisik maupun nonfisik. Misalnya aspek pendidikan dan pembangunan infrastruktur.

“Jadi penanganan Papua tetap kesejahteraan,” tutupnya.(OL-11).

 

BERITA TERKAIT