29 January 2020, 14:31 WIB

Indonesia Bakal Setop Impor Bahan Makanan dari Tiongkok


Hilda Julaika | Ekonomi

Indonesia akan menyetop sementara impor bahan makanan konsumsi dari Tiongkok untuk mencegah penyebaran virus korona yang kini tengah merebak di Wuhan, Tiongkok. Penyebaran virus berbahaya ini bisa melalui bahan makanan yang datang dari negeri itu.

"Berkaitan dengan kondisi sekarang, virus korona ini. Untuk impor memang sedang kita lakukan penanganan dan pengawasan. Karena impor ini akan berpengaruh. Makanya akan kita lakukan, apakah itu adanya penyetopan sementara dari negara yang terjangkit virus tersebut," ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto kepada Media Indonesia di Blora, Jawa Tengah, Rabu (29/1).

Agus mengatakan isu tentang virus ini memang tidak mengganggu jalannya proses ekspor Indonesia ke Tiongkok, akan tetapi mengganggu kegiatan impor dari Tiongkok ke Indonesia. Pasalnya, Indonesia mengimpor sejumlah bahan makanan yang rentan terpapar virus korona. Hal ini tentunya akan membahayakan masyarakat Indonesia.

Saat ini, Agus mengakui Kementerian Perdagangan (Kemendag) belum melakukan evaluasi dan mendata komoditi impor dari Tiongkok yang berpotensi untuk dihentikan sementara waktu. Pihaknya pun mengklaim masih melakukan penanganan dan pengawasan karena perihal impor ini bukan hal yang sederhana.

"Jadi sekali lagi impor ini tetap kita waspadai terutama bahan makanan. Karena ini akam membahayakan apabila kita tidak kendalikan," imbuhnya.

Impor pengganti
Ketika ditanya mengenai kekosongan kebutuhan bahan makanan domestik, Agus mengatakan Indonesia perlu melakukan impor pengganti. Impor ini dilakukan guna memenuhi barang atau bahan yang tidak ada di dalam negeri dan belum bisa dipenuhi oleh domestik.

Namun, pihaknya memastikan impor yang kemungkinan dilakukan akan melihat pada kondisi pasar domestik. Dengan demikian, kata Agus, tidak berpengaruh negatif terhadap pasar dalam negeri meskipun ada beberapa komoditi barang yang belum tersedia.

"Ini kita akan mengisi kekosongan akan kita impor. Namun demikian, bukan menjamin bahan dari dalam negeri tidak ada berarti kita impor semua. Artinya kalaupun kita impor, kita harus bisa melihat kondisi pasar sehingga tidak memengaruhi pasar tersebut walaupun barangnya tidak ada," papar Agus. (E-3)

BERITA TERKAIT