29 January 2020, 13:54 WIB

Realisasi Investasi 2019 Capai Rp809,6 Triliun


Despian Nurhidayat | Ekonomi

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatatkan total realisasi investasi sepanjang 2019 sebesar Rp809,6 triliun, atau 102,2% dari target realisasi investasi 2019 sebesar Rp792 triliun.

Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa peningkatan realisasi investasi pada 2019 ini memperteguh komitmen BKPM untuk terus mengawal dan mengeksekusi investasi yang ada, sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo.

“Ini janji saya. Jumlah realisasi investasi pada 2019 akan capai target. Kami terus fokus pada investasi berkualitas dan investasi yang menggandeng UMKM agar menciptakan multiplier effects bagi masyarakat sekitar, sebagaimana KPI (Key Performance Indicator) BKPM,” ungkap Bahlil di Kantor BKPM, Jakarta, Rabu (29/1).

Lebih lanjut, Bahlil menambahkan bahwa selama periode Triwulan IV 2019, realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2018. Untuk PMDN sendiri investasi mencapai Rp103 triliun atau meningkat 18,5% dan PMA sebesar Rp105,3 triliun atau meningkat 6,4%.

Sementara itu, realisasi investasi di luar Pulau Jawa juga meningkat sebesar 22,6% atau mencapai Rp103,8 triliun. Sedangkan realisasi investasi di Pulau Jawa mencapai Rp104,5 triliun atau meningkat 3,2% pada periode Triwulan IV 2019 ini dibandingkan pada periode yang sama pada 2018.

“Peningkatan realisasi investasi di luar Jawa yang cukup signifikan adalah kabar baik. Investasi di luar Pulau Jawa harus terus didorong supaya pemerataan ekonomi terjadi. Tidak hanya investasi baru, namun terhadap investasi existing juga tetap kami kawal. Masalahnya apa, ayo kita selesaikan.” lanjutnya.

Plt Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, Farah Ratnadewi Indriani menambahkan bahwa Provinsi Jawa Barat masih menjadi lokasi dengan nilai realisasi investasi terbesar, yaitu Rp35,4 triliun (17%), diikuti DKI Jakarta Rp28,3 triliun (13,6%), Banten Rp15 triliun (7,2%), Sulawesi Tengah Rp13 triliun (6,2%), dan Jawa Tengah Rp12,3 triliun (5,9%).

"Sektor investasi di Indonesia sepanjang 2019 sendiri didominasi oleh sektor listrik, gas, dan air sebesar Rp30 triliun (14,4%); transportasi, gudang, dan telekomunikasi Rp27,9 triliun (13,4%); industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya Rp24 triliun (11,5%); perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp23,7 triliun (11,4%); dan pertambangan Rp14,8 triliun (7,1%)," tambah Farah.

Selain itu, pada periode Triwulan IV 2019 ini juga BKPM telah berhasil menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 330.539 orang, sehingga total penyerapan tenaga kerja Indonesia sepanjang 2019 mencapai 1.033.835 orang.

BKPM telah mencatat Tiongkok sebagai negara asal investasi terbesar pada periode Triwulan IV 2019, yaitu dengan nilai investasi sebesar US$1,4 miliar (20,4%); diikuti Hong Kong, RRT US$ 1,1 miliar (16,3%); Singapura US$ 1,1 miliar (16,1%); Jepang US$ 1,1 miliar (15,3%); dan Belanda US$ 0,5 miliar (7,1%). (E-3)

BERITA TERKAIT