29 January 2020, 11:00 WIB

Pariwisata Indonesia belum Terdampak Virus Korona


Damar Iradat | Humaniora

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Whisnutama Kusbandio mengatakan wabah virus korona di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok belum berdampak signifikan terhadap pariwisata di Indonesia. Pasalnya, jumlah wisatawan asing asal Wuhan ke Indonesia juga belum masif.

"Berpengaruh (terhadap pariwisata Indonesia) ya pastilah, masa enggak. Cuma seberapa pengaruh saya enggak tahu. Tapi kalau dari kota tersebut yang terjangkit virus korona ini kan tahun lalu cuma 50.000-an wisatawan," kata Whisnu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/1).

Namun begitu, menurut Whisnu, jumlah wisatawan dari Wuhan itu tidak bisa dijadikan patokan hitung-hitungan jumlah wisatawan dari Tiongkok.

Baca juga: Cegah Virus Korona, Terpasang 135 Thermo Scanner di Indonesia

Pasalnya, menurut dia, ada pengaruh-pengaruh lain yang juga mempengaruhi hal tersebut.

Pemerintah Tiongkok, imbuh Whisnu, juga mengeluarkan banyak aturan sekarang. Lagipula, menurut dia, hal tersebut juga bukan semata-mata masalah virus korona.

"Apalagi karena ini, kita tidak boleh tergantung oleh satu negara aja. Artinya apa, di akhir tahun kemarin strategi kita sudah kita arahkan, kita harus menargetkan ke pasar-pasar lain juga. Yang punya potensi juga besar," ungkap dia.

Jumlah korban tewas virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV) kembali bertambah menjadi 106 orang per kemarin, Selasa (28/1). Sementara kasus terkonfirmasi bertambah hampir 1.300, dengan angka total infeksi melampaui 4.000.

Menurut laporan terbaru Komisi Kesehatan Provinsi Hubei, dilansir dari kantor berita AFP, korban tewas bertambah 24 orang dan infeksi 1.291 per Selasa (28/1). (OL-1)

BERITA TERKAIT