29 January 2020, 07:56 WIB

Mahasiswa RI di Wuhan Sayangkan Pemberitaan Virus Korona


mediaindonesia.com | Internasional

MAHASISWA Indonesia yang berada di Wuhan, Tiongkok, menyayangkan pemberitaan yang simpang siur mengenai kondisi mereka saat virus korona mewabah di 'Negeri Tirai Bambu' itu.

Dalam keterangan resmi dari Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok Cabang Wuhan yang diterima Media Indonesia, Rabu (29/1), mereka menyebut berita-berita tersebut tidak mencerminkan kebenaran yang terjadi.

"Salah satu contohnya adalah berita yang mengatakan mahasiswa di Wuhan tidak boleh keluar kamar," ujar keterangan resmi yang ditandatangani oleh Nugraha Krisdiyanta.

Berita tersebut, imbuhnya, membuat para orangtua di rumah khawatir. Apalagi kata tersebut dikutip dari pernyataan salah seorang mahasiswa yang berada di Wuhan.

"Tentu saja menggemparkan. Bukan saja warga di Indonesia. Kami juga ikut gempar."

Baca juga: 12 Mahasiswa Indonesia di Wuhan Berhasil Dievakuasi

Belakangan, katanya, setelah dikonfirmasi, ternyata tidak ada statement yang menyatakan “tidak boleh keluar kamar.”

"Kawan yang menjadi narasumber mengatakan “nggak berani keluar kamar”. Kata boleh dan berani sangat berbeda artinya. Dan sudah pasti beda pemahamannya," tegasnya.

Berita lain juga beredar adalah tentang mahasiswa asal Jawa Timur yang terjebak di Wuhan dalam kondisi logistik menipis.

"Tentu saja berita ini mengagetkan orang. Bahkan Ibu Gubernur Jawa Timur pun ikut mengklarifikasi. Ternyata sumber berita bukan dari rekan Jawa Timur yang berada di Wuhan, tetapi dari sumber lain.
Dan berita tersebut pun sudah diklarifikasi dan diubah," keluhnya.

"Sejujurnya, saya menyatakan bahwa kondisi kami di Wuhan baik-baik saja.  Semua mahasiswa dalam keadaan sehat. Ketersediaan bahan pangan tercukupi. Kalaupun menipis, masih ada supermarket yang buka.  Seandainya pun kekurangan dana, kami masih memiliki dana di PPITW yang bisa digunakan untuk berbelanja."

"Berita-berita yang tidak benar tersebut membuat kami sedikit stress dan panik.  Padahal sudah berkali-kali diingatkan untuk tidak panik. Baik dari otoritas kampus, pemerintah Tiongkok, maupun KBRI pun juga menyarankan untuk tetap tenang dan tidak panik."

Karena itu, kami memohon dukungan dan doa dari semua warga Indonesia.
Dukunglah kami dengan tidak membuat berita yang tidak sesuai dengan kenyataan. Dukunglah kami dengan menggunakan kata-kata yang sesuai dengan keadaan kami, bukan dengan kata-kata yang bombastis demi meraih rating. Kami bukan objek rating.  Kami masih manusia. Kami masih warganegara Indonesia.  Kami semua masih saudara, sahabat, anak, dari Anda semua," pungkasnya. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT