29 January 2020, 07:16 WIB

Indonesia Tetapkan Travel Warning ke Wuhan


Marcheilla Ariesta | Internasional

INDONESIA menetapkan larangan perjalanan (travel warning) ke Provinsi Hubei, Tiongkok, termasuk ibu kotanya, Wuhan. Wilayah itu merupakan tempat awal virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV) ditemukan.

"Betul, travel warning ke Provinsi Hubei, termasuk ibu kotanya, Wuhan," kata pelaksana tugas juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah, Selasa (28/1).

"Tidak ada batasan waktu penerapannya, setidaknya sampai ada keterangan resmi dari pihak Tiongkok yang menghentikan isolasi di sana dan menyatakan wilayah tersebut telah aman dikunjungi," imbuh Faizasyah.

Dia menambahkan Indonesia juga mengeluarkan imbauan perjalanan (travel advisory) untuk wilayah lain di Tiongkok.

Baca juga: Pemerintah Buka Opsi Evakuasi WNI

"Agar mereka yang merencanakan bepergian untuk meningkatkan kehati-hatian dan memonitor perkembangan kondisi di tempat yang akan dituju, antara lain dengan menggunakan aplikasi Safe Travel," terangnya.

Berdasarkan aplikasi Safe Travel, wilayah Wuhan dan sekitarnya sudah berwarna merah. Warna tersebut menandakan wilayah itu dilarang untuk dikunjungi.

Jumlah korban tewas virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV) kembali bertambah menjadi 106 orang per Selasa (28/1). Sementara kasus terkonfirmasi bertambah hampir 1.300, dengan angka total infeksi melampaui 4.000.

Seluruh kematian akibat virus korona terjadi di Tiongkok, meski banyak negara lain telah mengonfirmasi kemunculan virus korona.

Beberapa negara yang mengkonfirmasi adanya kemunculan virus tersebut adalah Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, dan Australia, yang terbaru virus diduga menginfeksi seorang pria di Jerman.

Sementara itu, akibat virus tersebut sebanyak 15 titik di Hubei ditutup sementara, termasuk kota Wuhan. Pemerintah Tiongkok memerintahkan tidak ada orang yang keluar atau masuk ke kota tersebut. (OL-1)

BERITA TERKAIT