29 January 2020, 07:10 WIB

Pemerintah Buka Opsi Evakuasi WNI


Media Indonesia | Internasional

PEMERINTAH Indonesia membuka opsi evakuasi warga negara Indonesia yang terjebak di Tiongkok akibat wabah virus 2019-nCoV atau virus korona.

"Karena Tiongkok menutup wilayah, opsi evakuasi perlu pembahasan dengan pihak Tiongkok dan tidak bisa langsung dilakukan," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Jakarta, kemarin.

Kemenlu RI juga telah menghubungi otoritas negara lain yang tengah menyiapkan evakuasi.

"Kita juga bandingkan dengan negara lain yang memiliki warga negara di Wuhan. Kemarin saya bicara dengan Menlu Australia yang juga sedang menyiapkan," ucap Retno.

Dalam proses tersebut, negara nantinya akan menjamin biaya evakuasi. "Semuanya ditanggung negara. Biaya yang ditanggung ialah melakukan pengamanan ke daerah yang aman. Setelah aman, kita tidak ada kewajiban mengembalikan. Itu (kembali) menjadi tanggung jawab masing-masing," papar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu RI, Yudha Nugraha.

Berdasarkan data terakhir Kemenlu RI, setidaknya saat ini ada 243 WNI di Tiongkok, mayoritas mahasiswa, yang tersebar di Wuhan, Xianing, Huangshi, Jingzhou, Xianyang, Enshi, dan Shiyan.

Sementara itu, Fadil, seorang mahasiswa Indonesia di Central China Normal University, Wuhan, berharap segera ada evakuasi ke tempat yang lebih aman.

Dikatakannya, Wuhan kini sangat sepi. Toko-toko juga banyak yang tutup sehingga sulit membeli bahan makanan. "Kami yakin akan ada jalan terbaik dan akan segera bisa pulang ke Indonesia. Kami rindu keluarga," tuturnya kepada Media Indonesia, kemarin.

ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Petugas posko informasi warga Aceh di Wuhan, China melayani warga yang ingin mengetahui informasi dan kondisi para mahasiswa Aceh yang masih berada negara China di Dinas Sosial Provinsi Aceh, Banda Aceh, Selasa (28/1/2020).

 

Indonesia sendiri dipastikan masih aman dari penyebaran wabah virus korona yang telah menewaskan 106 orang di Tiongkok. Itu terungkap seusai rapat tingkat menteri yang berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, kemarin.

Sebagai bentuk kesiagaan, pemerintah juga telah menjaga 135 pintu masuk kedatangan dari luar negeri ke Indonesia. (Tim/X-11)

BERITA TERKAIT