28 January 2020, 21:47 WIB

Layanan Kesehatan Terjangkau jadi Fokus Indonesia di FPGH 2020


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

ISU kesehatan global dan kebijakan luar negeri mempunyai hubungan penting yang tak terpisahkan. Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam peluncuran keketuaan Indonesia di forum Foreign Policy and Global Health (FPGH) di Jakarta, Selasa (28/1).

Dalam keketuaannya, Indonesia akan mengusung tema “Affordable Health Care for All”. Retno meegaskan, layanan kesehatan yang terjangkau adalah kunci bagi tercapainya Cakupan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage) yang merupakan prioritas nasional dan global saat ini.

Peluncuran Keketuaan Indonesia dalam FPGH dihadiri sekitar 130 perwakilan negara anggota, instansi-instansi pemerintah terkait, sivitas akademika, media, serta masyarakat madani yang bergerak di bidang kesehatan.

Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga turut hadir dalam acara tersebut. Peluncuran Keketuaan Indonesia dalam FPGH juga menghadirkan sesi diskusi panel yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, serta perwakilan industri kesehatan.

Baca juga : Pemerintah akan Pasok Kebutuhan WNI di Wuhan

"Para narasumber menyampaikan pandangan dan harapan dari masing-masing instansi terhadap keketuaan Indonesia di FPGH," kata pernyaatan pers tertulis Kemenlu, Selasa (28/1).

Kelompok negara FPGH dibentuk pada 2007 setelah pertemuan di Oslo antara tujuh negara, yaitu Afrika Selatan, Brasil, Indonesia, Prancis, Norwegia, Senegal, dan Thailand. Forum ini bertujuan mempromosikan pentingnya isu kesehatan global dalam kerangka kebijakan luar negeri.

Pertemuan ini merupakan upaya membangun jejaring dan kerja sama yang lebih erat antara sektor publik maupun privat guna membantu pencapaian ketersediaan layanan kesehatan yang terjangkau dalam kerangka FPGH.

Hal ini sejalan dengan Visi Presiden Joko Widodo yang mengedepankan pembangunan sumber daya manusia dengan memperhatikan unsur kesehatan serta pentingnya peningkatan arus investasi, perdagangan, dan perluasan tenaga kerja. (OL-7)

BERITA TERKAIT