28 January 2020, 21:44 WIB

Tidak Ada Toleransi Bagi Oknum Perusak BUMN


Faustinus Nua | Ekonomi

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mendatangi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di kantor Kementerian BUMN hari ini, Selasa (28/1).

Menurut Erick kedatangan ketua KPK tersebut untuk membahas sejumlah permasalahan terkait korupsi di perusahaan BUMN. Selain itu juga untuk meminta KPK ikut terlibat dalam upaya membangun perusahaan yang bebas korupsi ke depan.

"Tadi kita didatangi KPK untuk membahas kinerja perusahaan BUMN ke depan. Ini bukan untuk kita saja, tapi untuk BUMN yang berkelanjutan," ungkap Erick dalam acara Public Expose PT Krakatau Steel di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (28/1).

Menurut Erick, saat ini pihaknya bekerja agar perusahaan BUMN menjadi lebih baik ke depan. Dia menegaskan akan mempersiapkan yang terbaik dan berkelanjutan bagi suksesornya nanti, sehingga oknum-oknum perusak BUMN harus ditindak tegas.

"Kita gak toleransi pada proyek-proyek yang diinisiasi oleh oknuum atau mafia. Kita harus jelas mau bersaing. Kita mau BUMN punya core bisnis dan expert di bisnis itu, bukan jadi follower," tambahnya.

Erick pun menyinggung restrukturisasi Krakatau Steel menjadi awal untuk memperbaiki kinerja perusahaan tersebut. Sehingga ke depan tidak ada masalah baru lagi terutama perusahaan yang saat ini memiliki banyak anak dan cucu usaha. "Anak perusahaan 11 dan cucu 60. Ini keluarga besar," kata dia.

Dia menambahkan bahwa ke depan akan dilakukan merger atau pun likuidasi pada perusahaan BUMN dan anak usaha yang tidak memberi profit. Namun sebagai pengelola aset, Kementerian BUMN menunggu Keppres dari Presiden Joko Widodo.(E-3)

BERITA TERKAIT