29 January 2020, 02:00 WIB

Republik Halangi Pemanggilan Bolton


Rifaldi Putra Irianto | Internasional

TIM pembela hukum Presiden AS Donald Trump, yang ingin agar Trump segera lepas dari kasus pemakzulan, menolak tuduhan baru yang muncul dari pernyataan mantan penasihat keamanan aasional AS, John Bolton. Tim itu bersikeras bahwa perjanjian Trump terkait Ukraina bukan hal yang bisa menjadi dasar untuk pelengseran.

Menurut harian The New York Times, Bolton menulis dalam draf bukunya bahwa Trump pernah mengatakan ingin membekukan bantuan militer ke Ukraina sampai Ukraina mau membantu menyelidiki lawan politik Trump, Joe Biden dan putranya.

Keterangan Bolton itu, yang dipecat Trump pada tahun lalu, menjadi sebuah kejutan tersendiri dalam sidang pemakzulan di Senat AS karena akan memberatkan Trump.

Akibatnya, Partai Republik yang menguasai Senat kini menghadapi tekanan untuk memanggil Bolton sebagai saksi langsung di sidang pemakzulan.

Menanggapi hal itu, pe­ngacara Trump, Alan Dershowitz, yang juga merupakan pakar konstitusi di Universitas Harvard, berargumen bahwa dakwaan semacam itu bukan ‘alasan konstitusional’ untuk pemakzulan.
Pria berusia 81 tahun itu juga berupaya mengurangi dampak dari keterangan Bolton.
“Tidak ada dalam keterangan Bolton itu, kalaupun benar, yang bisa dianggap sebagai penyalahgunaan kekuasaan atau pelanggaran yang bisa berujung pemakzulan,” kata Dershowitz.

Ia juga berupaya menetralkan kontroversi soal tekanan Trump terhadap Ukraina. “Itu bukan penyalahgunaan kekuasaan. Sejak dulu itu sudah dilakukan sebagai kebijakan luar negeri oleh presiden,” imbuhnya.

Dershowitz menyebutkan beberapa presiden termasuk Abraham Lincolin juga pernah dituduh melakukan penyalahgunaan kekuasaan, tetapi tidak dimakzulkan.

“Penyalahgunaan kekuasaan adalah senjata politik, dan itu harus ditunjukkan terhada lawan politik, dan biarkan rakyat yang memutuskan,” tutur Dershwitz.


Pemanggilan saksi

Munculnya keterangan Bolton telah mengguncang sidang pemakzulan di Senat  AS. Para anggota Senat akan menentukan perlu tidaknya pemanggilan saksi pada pekan ini.

Demokrat memerlukan dukungan empat senator dari Republik di Senat untuk memungkinkan mendengarkan kesaksian dari Bolton, mengingat Republik menjadi mayoritas di Senat dengan perbandingan jumlah anggota 53-47.

Dukungan antara lain dari senator Republik, Mitt Romney yang menyebutkan pen­tingnya menghadirkan Bolton dalam persidangan. “Semakin jelas bahwa penting untuk mendengar John Bolton,” ucapnya.

Senator lainnya, Susan Collins mengatakan laporan Bolton memperkuat argumen untuk menghadirkan saksi. Sementara Senator Lisa Murkowski mengaku penasaran tentang apa yang mungkin dikatakan Bolton.

Demokrat pun menyambut baik keterangan Bolton. Ketua tim penuntut dari Demokrat, Adam Schiff mengatakan persidangan tidak dapat berlangsung tanpa menghadirkan para saksi.

Sementara itu, Trump melalui Twitter menyerang John Bolton, yang pernah menjadi penasihatnya itu. “Saya tidak pernah mengatakan kepada John Bolton bahwa bantuan ke Ukraina terkait dengan investigasi terhadap Demokrat, termasuk Biden dan putranya Hunter, yang bertugas di dewan perusahaan gas Ukraina. Waktu itu Bolton juga tidak memprotes. Keterangan Bolton itu hanya upaya agar bukunya laris,” tulis Trump. (AFP/X-11)

BERITA TERKAIT