28 January 2020, 19:32 WIB

Menaker Minta Perusahaan Optimalkan Pelatihan untuk Para Pekerja


Putra Ananda | Ekonomi

MENTERI Ketenegakerjaan Ida Fauziyah menuturkan pemerintah telah menyiapkan Kartu Prakerja untuk 2 juta calon pekerja. Kartu Prakerja tersebut dapat digunakan oleh para calon pekerja untuk mendapatkan pelatihan ketrampilan sebelum nantinya masuk ke dunia pekerjaan.

Untuk memaksimalkan program pemerintah tersebut, Menaker menegaskan perlu adanya dukungan dari dunia usaha dan industri dalam hal peningkatan ketrempilan para pekerja. Salah satunya dengan cara mengoptimalkan peranan training center (pusat pendidikan dan pelatihan) di perusahaan agar kualitas pekerja Indonesia dapat meningkat.

Baca juga: Pemerintah Bidik Indeks Inklusi Keuangan 90%, Inilah Caranya

“Massifnya program pelatihan vokasi tersebut, perlu dukungan stakeholder bangsa ini. Termasuk training center, Lembaga pelatihan kerja (LPK), dan sekolah yang dimiliki perusahaan industri menjadi bagian penting suksesnya program kartu prakerja,” kata Ida saat memberikan sambutan pada acara peresmian Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) United Tractor (UT) School, di Jakarta, Selasa (28/1).

Ida mengatakan, sebanyak 57,5% pekerja di Indonesia masih masuk dalam kategori kompetisi rendah. Hal tersebut berakibat pada rendahnya daya saing antar para pekerja. Namun, tantangan itu pada akhirnya akan bisa dijawab dengan bergeraknya seluruh stakeholder bangsa secara bersama untuk menuju Indonesia Kompeten.

“Kami menyambut positif adanya LPK UT School yang menjadi laboratorium pembentukan generasi muda yang handal, berdaya saing tinggi, kreatif, dan berkarakter. Jika semua industri punya komitmen kuat seperti UT School, maka percepatan untuk mencapai Indonesia unggul 2045 dapat kita raih,” katanya.

Ida meyakini, jika seluruh perusahaan dan industri memiliki semangat seperti yang ditunjukkan UT School untuk bergerak bersama membangun SDM Indonesia, maka cita-cita menuju Indonesia Kompeten akan bisa dicapai. Karena cita-cita ini tidak bisa dicapai hanya dengan mengandalkan pemerintah, tapi juga membutuhkan kontribusi seluruh stakeholder dan masyarakat Indonesia.
 
Edhie Sarwono, selaku Dewan Pembina Yayasan Karya Bakti United Tractors, menyatakan pihaknya secara terbuka siap menjadi mitra kerja pemerintah dan seluruh stakeholder dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia, agar berdaya saing, bukan hanya di Indonesia, tapi juga bisa mewarnai pemenuhan tenaga kerja kompeten di kancah dunia.

“Ke depan, kami harap agar kerja sama yang baik dengan Kemnaker terus terjalin demi melahirkan SDM Indonesia yang kompeten,” katanya. (OL-6)

BERITA TERKAIT