28 January 2020, 22:25 WIB

BKPM Minta Sinopec Lanjutkan Depo Minyak Batam


MI | Ekonomi

BADAN Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meminta Sinopec untuk segera melanjutkan proyek pembangunan depo minyak di Batam. Proyek itu sudah ground breaking pada 10 Oktober 2012 dan termasuk dalam daftar investasi mangkrak di Indonesia.

“Pembangunan proyek itu (depo minyak di Batam) sangat prioritas, karena itu masuk investasi mangkrak,” ungkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di gedung BEI, Jakarta, Selasa (28/1).

Bahlil menegaskan, untuk mempercepat pembangunan proyek tersebut, BKPM  sudah meminta agar direksi Sinopec segera memberikan penjelasan. “Jadwal bertemu dengan Sinopec belum ditentukan. Kami minta paling lama sampai akhir bulan ini, karena ini proyek sangat strategis,” tegas Bahlil.

Kepala BKPM berharap direksi Sinopec segera memberikan kepastian pembangunan kembali proyek depo minyak tersebut. Dengan demikian, proyek senilai US$841 juta atau sekitar Rp11,77 triliun itu dapat menggairahkan ekonomi Batam dan Kepulauan Riau.

Plt Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H Isdianto sebelumnya sudah menyurati Presiden Joko Widodo pada 7 Januari lalu untuk percepatan pembangunan depo minyak di Batam ini.

Isdianto menyatakan pembangunan depo minyak di kawasan Westpoint Maritime Industrial Park itu akan mendorong terciptanya lapangan kerja serta memberikan dampak positif bagi perekonomian di Provinsi Kepri, khususnya di Kota Batam.

“Kami berharap pembangunan depo minyak yang tertunda tersebut dapat segera direalisasikan,” kata dia.

Terlepas dari proyek mangkrak tersebut, Bahlil memastikan investor-investor asing menyatakan minat mereka berinvestasi di Indonesia. Hal ini mereka sampaikan dalam pertemuan di World Economic Forum di Davos, Swiss beberapa hari yang lalu.

“BKPM melihat ada potensi investasi yang masuk, salah satunya dari Judira, Mitsubisi yang tax holiday-nya sebentar lagi akan kita kasih. Dia akan melakukan ekspansi sebesar Rp2 triliun lebih bahkan hampir Rp3 triliun. Kemudian Zili dan Siemens,” ungkapnya. (Des/E-3)

BERITA TERKAIT