28 January 2020, 17:57 WIB

Indonesia Perlu Makin Aktif Dalam Rantai Nilai Global


M Ilham Ramadhan | Ekonomi

Bank Dunia merilis World Development Report,(WDR) edisi 2020 bertemakan Trading for Development in the Age of Global Value Chains.

Dalam laporannya itu, Bank Dunia menyebutkan bahwa  rantai nilai global (RNG) dapat  menaikkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja yang baik dan mengentaskan kemiskinan. Oleh karena itu negara-negara berkembang didorong untuk masuk dan terlibat dalam pengelolaan RNG.

Indonesia sebagai pengekspor komoditas minyak mentah seperti sawit dan batu bara ikut berpartisipasi secara aktif dalam RNG. Namun sebagai importir bahan kain dan besi baja, partisipasi Indonesia dinilai rendah.

Proses reformasi birokrasi yang kini tengah diupayakan Indonesia masih  diragukan mampu menjawab semua hambatan keterlibatan Indonesia dalam RNG.


Kelemahan Indonesia dalam memanfaatkan RNG juga diperdalam oleh tingginya biaya transportasi. Hal itu disebabkan dari peraturan dan distorsi harga pelabuhan.

Menyikapi laporan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, Indonesia akan tetap meningkatkan daya saing dan memerbaiki iklim investasi.

Apalagi, imbuh Airlangga, seluruh Credit Rating Agency telah mengakui Indonesia sebagai negara yang layak investasi dengan risiko rendah.

"Terlebih lagi, Indonesia juga secara konsisten meningkatkan peringkat ease of doing business (EoDB) sejak 2015. Hal ini didukung juga oleh peningkatan skor Indeks Persepsi Korupsi selama enam tahun terakhir," ujar Airlangga di kantornya, Selasa (28/1).

Indonesia diakui  Airlangga masih berupaya untuk meningkatkan perannya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Ini merupakan waktu yang tepat bagi kita untuk meningkatkan partisipasi dalam RNG dan menjadi pemain global utama dalam revolusi industri keempat. Tentu saja kita perlu menarik lebih banyak investasi untuk dapat melakukan hal tersebut," jelasnya.

Untuk mendorong hal itu, lanjut Airlangga, Indonesia tengah melakukan penyederhanaan regulasi mengimplementasikan onlines single submission. Hal itu juga dikatakan sejalan dengan rekomendasi dari Bank Dunia melalui laporannya.

Selain itu, Indonesia akan bertransformasi dari negara yang mengekspor bahan mentah menjadi negara yang mengekspor barang-barang industri. Perjanjian perdagangan juga akan dieksplorasi untuk lebih meningkatkan keikutsertaan Indonesia dalam RNG.

"Salah satunya melalui Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang akan diimplementasikan pada 2021/2022," pungkas Airlangga. (E-1) 

BERITA TERKAIT