28 January 2020, 16:22 WIB

Jokowi Minta Inklusi Keuangan Ditingkatkan


Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo menginginkan inklusi keuangan terus ditingkatkan. Para menteri terkait diminta memperluas akses layanan keuangan, agar menjangkau semua lapisan masyarakat di berbagai daerah.

"Kita tahu literasi keuangan telah meningkat dari 29,7% pada 2016 menjadi 38,03% pada 2019. Memang meningkat, tapi angkanya masih rendah. Begitu juga indeks inklusi keuangan sebesar 67,8% pada 2016, kemudian meningkat menjadi 76,19% pada 2019," ujar Jokowi, sapaan akrabnya, dalam rapat terbatas Strategi Nasional Keuangan Inklusif di Istana Negara Jakarta, Selasa (28/1).

Kepala Negara menyoroti tingkat inklusi keuangan Indonesia yang masih di bawah negara-negara ASEAN. Sebagai gambaran, inklusi keuangan di Singapura mencapai 98%, Malaysia sebesar 85%, dan Thailand mencapai 82%.

Oleh karena itu, dia menginstruksikan sejumlah hal. Pertama, perluasan dan kemudahan akses layanan keuangan formal di seluruh lapisan masyarakat. Jokowi juga meminta perluasan lembaga keuangan mikro, agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan.

Baca juga: Inklusi Keuangan Melejit Tajam

Kedua, layanan keuangan digital berbasis internet harus terus dikembangkan. Hal itu demi menjangkau masyarakat di berbagai wilayah. Penetrasi pengguna internet yang relatif tinggi hingga 64,8%, merupakan peluang untuk mengembangkan keuangan digital.

"Kita ingat negara kita ini kepulauan, sehingga perlu layanan keuangan digital berbasis internet," pungkasnya.

"Fintech, digitalisasi keuangan bisa menjadi alternatif pembiayaan yang mudah dan cepat. Tercatat, outstanding pinjaman kredit fintech mencapai Rp 12,18 triliun atau meningkat 141% pada November 2019," imbuh Jokowi.

Ketiga, dia menekankan urgensi perluasan akses keuangan formal, yaitu pendalaman untuk sektor jasa keuangan. Pendalaman itu dengan menggali potensi jasa keuangan nonbank, asuransi, pasar modal dan dana pensiun.

"Terakhir, mengenai perlindungan nasabah dan konsumen juga penting/ Sehingga masyarakat merasa mudah, aman dan nyaman mengakses keuangan formal. Kepercayaan masyarakat menjadi hal yang penting dan mutlak bagi industri jasa dan keuangan," tutupnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT