28 January 2020, 15:47 WIB

Terpidana Jadi Dirut Transjakarta, Bukti Lemahnya Peran TGUPP


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PENUNJUKAN terpidana kasus penipuan Donny Andy Saragih sebagai direktur utama PT Transjakarta dinilai sebagai kelalaian.

Pakar kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menilai kelalaian yang dibuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga disebabkan tidak berfungsinya Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) secara maksimal dalam memberikan rekomendasi serta saran.

"Oya, ini TGUPP lemah. Dia kan berperan memberikan saran kepada Pak Gubernur entah soal kebijakan juga harusnya termasuk soal pengisi jabatan strategis seperti BUMD," ungkap Trubus saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (28/1).

Ia menilai kehadiran TGUPP yang sudah diisi oleh 65 anggota dengan lima bidang salah satunya bidang pencegahan korupsi semestinya bisa memberikan gambaran mengenai calon pejabat yang bersih dari berbagai kasus pidana.

Namun, fungsi ini gagal dengan ditunjuknya Donny sebagai dirut PT Trans-Jakarta yang lantas segera dicopot setelah ketahuan menjadi terpidana penipuan.

"Mereka kan seharusnya membantu Pemprov DKI dan SKPD termasuk BP BUMD yang melakukan seleksi untuk melacak rekam jejak dan apakah yang bersangkutan pernah berkasus. Tapi ini malah gagal dan membuat polemik baru," tukasnya.

Sementara itu, ia menilai Pemprov DKI perlu membuat investigasi untuk mengetahui penyebab ditunjuknya Donny menjadi dirut PT Trans-Jakarta. Investigasi ini sebaiknya melibatkan pihak luar seperti Ombudsman.

"Karena saya ragu kalau yang investigasi dari internal Pemprov. Seperti investigasi soal anggaran Lem Aibon di KUAPPAS 2020 saja sampai sekarang tidak ada hasilnya," tukasnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT