28 January 2020, 15:35 WIB

1 Februari Tilang Elektronik Roda Dua Diberlakukan


Ilham Ananditya | Megapolitan

AWAL bulan depan atau 1 Februari 2020 mulai di berlakukan tilang elekronik atau biasa disingkat ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement)

Menurut Direktur Ditlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Yusuf pada tanggal itu akan dilakukan penindakan ETLE bagi pengendara roda dua yang melanggar aturan lalulintas di ruas jalan yang sudah terpasang rambu-rambu ETLE.

Walaupun Ditlantas mengatakan, Sosialisasi mengenai ETLE kendaraan roda dua sedang berlangsung, namun masyarakat masih banyak belum mendapat informasi pasti soal ini.

Beberapa pengendara motor termasuk ojek online menyayangkan keputusan Ditlantas akan hal tersebut.

"Saya belum tahu soal itu. Tapi kalau pun jadi ada penindakan, menurut saya efeknya kurang jera dan harus ada edukasi tambahan agar pengendara tidak bermain gawai sewaktu berkendara" ujar Adi, salah satu pengendara motor, Selasa (28/1).

"Kurang setuju ya sama ini (ETLE), karena kesannya terlalu cepat dan tergesa-gesa. Masyarakat juga pasti banyak yang belum tahu dan kaget. Apalagi banyak ojek online yang butuh (navigasi) di jalan." tutur Rahayu Rizki, masyarakat sekitar Jl. Sudirman.

Siswoyo, Anggota Ditlantas Polda Metro Jaya, menuturkan bahwa dirinya memang belum mendapat arahan untuk penindakan ETLE per 1 Februari nanti. Namun dirinya mengiyakan informasi pemberlakuan (ETLE) tersebut.

Penindakan dalam bentuk akan dilaksanakan per 1 Februari 2020. ETLE yang merekam bentuk pelanggaran sebelum itu (sebelum tanggal 1 Februari) akan tetap dikirim surat penilangan namun masih dalam batasan surat peringatan.

Prosedur dari ETLE untuk kendaraan roda dua juga sama dengan kendaraan roda empat. Dari gambar yang tertangkap oleh kamera, pemeriksaan jenis kendaraan dengan STNK, pemeriksaan plat nomor, hingga pemblokiran STNK.

Kendaraan yang terkena pemblokiran STNK tidak akan bisa melakukan pembayaran pajak, pindah alamat, pindah nama dan hal lainnya. Pelanggar harus membayar denda tilang terlebih dahulu baru dapat melakukan hal lainnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT