28 January 2020, 15:31 WIB

1.000 Lingkaran Ibrahim Merekatkan Islam, Kristiani dan Yahudi


Indriyani Astuti | Humaniora

PENDIRI Foreign Policy of Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menggagas 1.000 lingkaran Ibrahim. Program tersebut melibatkan tiga orang pemuka agama Islam, Nasrani dan Yahudi yang berasal dari ajaran Ibrahim. Mereka akan tinggal selama tiga pekan di negara berbeda yang memiliki intensitas konflik beragama tinggi.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat itu menuturkan tujuan program ini agar para pemuka agama dapat saling memahami dan menimba pengalaman dengan tinggal di lingkungan agama yang berbeda-beda.

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Nur Hayid dari Pesantren Al Anwar, Ploso, Pacitan, Jawa Timur, partisipan dalam program tersebut menyampaikan dari pengalaman hidup bersama itu dialog dan kesadaran untuk menciptakan kedamaian antarumat beragama dapat diwujudkan.

“Untuk membangun kesadaran bahwa peace building di masa mendatang tidak hanya menjadi kewajiban para pemimpin tapi juga seluruh komponen umat,” ujar Dino kepada media di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (28/1).

Baca juga:  Wapres: Intoleransi dan Radikalisme Mengancam Demokrasi

Ia juga mengatakan selama tiga pekan, para anggota lingkaran Ibrahim tinggal di komunitas agama berbeda. Di Indonesia, perwakilan dari umat katolik di Srilangka mondok di Nahdlatul Ulama Community Lumajang, Jawa Timur. Mereka melihat keseharian santri dan islam nusantara dipraktikan. Dengan begitu, anggapan mengenai islamophobia atau ketakutan berlebihan terhadap islam dapat diluruskan.

“Saya juga mendapat tugas mengomunikasikan Islam bagi komunitas Yahudi dan Kristiani di Srilangka,” tuturnya.

Tokoh Agama Katolik sekaligus Budayawan Romo Magnis yang turut hadir di Kantor Wakil Presiden mengatakan program ini harus menyasar pada akar rumput agar antarpemeluk agama saling berkenalan, menghormati, saling menghargai serta dapat berkerja sama sehingga bisa bersinergi.

“Ini sesuatu yang cukup baru. Saya sangat mendukung,” pungkas Romo Magnis.(OL-5)

BERITA TERKAIT