28 January 2020, 14:53 WIB

Rerie L Moerdijat : The Dying of Newspaper Tantangan Media Cetak


Faustinus Nua | Politik dan Hukum

SAAT ini koran memiliki tantangan yang besar, perkembangan teknologi dan perubahan zaman membuat media cetak kini berada di usia senja.

"Kita kalah berhadapan dengan teknologi dan kita kalah berhadapan dengan kemajuan. Kalau bisa belajar dari masa lalu, sekarang tidak bisa lagi belajar dari masa lalu karena apa yang terjadi sekarang tidak pernah terjadi di masa lalu. Saya kira inilah tntangan kita semua," ungkap Wakil Ketua MPR RI Rerie L. Moerdijat dalam sambutan Kuliah Umum bersama Menteri BUMN Erick Thohir di Grand Studi Metro TV, Jakarta (28/1)

Menurutnya, saat ini banyak generasi muda yang tidak lagi membaca koran. Dalam beberapa kegiatan diskusi MPR terkait 4 pilar, diakuinya generasi milenial tidak lagi membaca surat kabar yang dianggap tidak populer.

Dikisahakanya pada tahun 1992 diskusi tentang 'The Dying of Newspaper sudah pernah diadakan di Wina oleh asosiasi media cetak. Dirinya yang pada saat itu mewakili Media Indonesia mengikuti diskusi tersebut tidak menyangka bahwa hal itu benar terjadi saat ini.

"Kami tidak memiliki bayangan bahwa apa yang menjadi tema besar itu 'The Dying of Newspaper' diperdebatkan hari ini," lanjutnya.

Meski demikian, dia yakin bahwa dengan memperkuat dasar-dasar jurnalisme, Media Indonesia bisa tetap bertahan. Di samping itu inovasi yang terus dilakukan pun bisa mempertahankan keberadaan media cetak yang dipercaya masyarakat dan menjadi rujukan publik.

"Saya yakin Media Indonesia akan hidup 1000 thum lagi. Mudah-mudahan Media Indonesia tetap menjadi media yang jaya, media yang menjadi rujukan dan terus membawa suara rakyat," pungkasnya.(OL-2)

BERITA TERKAIT