28 January 2020, 15:15 WIB

Penumpang Disilet di JPO,Trans-Jakarta Minta Pengamanan Satpol PP


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PT Trans-Jakarta akan meningkatkan pengamanan terutama di JPO yang tersambung dengan halte. Peningkatan pengamanan itu berkaitan dengan kasus penyiletan penumpang Trans-Jakarta yang telah melintas di JPO setelah menggunakan Trans-Jakarta dan turun di Halte Olimo.

"Pihak kami akan meningkatkan kerja sama dan kordinasi dengan dinas terkait seperti satpol PP khususnya di sekitar wilayah operasional Trans-Jakarta," ucap Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta, Nadia Diposanjoyo, dalam keterangan resminya, Selasa (28/1).

Baca juga: Ketua DPRD: Revitalisasi Monas adalah Kebohongan Publik

Trans-Jakarta mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kinerja kepolisian yang telah berhasil menangkap pelaku penyerangan di JPO Olimo.

Nadia mengonfirmasi peristiwa penyiletan tersebut tidak terjadi di halte Trans-Jakarta, melainkan di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di mana lokasi tersebut bukan kewenangan Trans-Jakarta. Hal tersebut telah dikonformasikan melalui CCTV yang ada di halte Trans-Jakarta dan terhubung dengan command center di kantor pusat.

Pihak teknologi informasi perseroan kini mengupayakan agar pantauan CCTV dapat menjangkau JPO. "Gerak cepat yang dihasilkan tim pengamanan dan kepolisian menjadikan warga menjadi lebih tenang," tutur Nadia.

Sebelumnya, seorang penumpang wanita disilet bagian kepala belakangnya ketika melintas di JPO usai menumpang Trans-Jakarta dan turun di Halte Olimo. Pelaku yang juga diketahui perempuan telah ditangkap. (OL-6)

BERITA TERKAIT