28 January 2020, 09:11 WIB

Virus Korona Baru Telah Merenggut 106 Jiwa di Tiongkok


Deri Dahuri | Internasional

TIONGKOK dan negara-negara di seluruh dunia berusaha mencegah penyebaran virus korona baru yang telah menewaskan 106 orang dan menginfeksi lebih dari 4.000 orang.
 
Jerman juga telah melaporkan kasus pertama penularan virus korona. Sementara itu, Kanada dan Amerika Serikat (AS) meningkatkan travel warning dan meminta warga negara mereka untuk tidak melakukan kunjungan ke Tiongkok bila tidak terlalu mendesak.
 
Lebih dari 56 juta hampir di 20 kota se-antero Tiongkok termasuk Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei yang menjadi sumber awal munculnya virus korona baru, telah melakukan pencegahan warga mereka untuk melakukan perjalanan selama merayakan Tahun Baru Imlek.

Baca juga : Kasus Virus Korona Pertama Dikonfirmasi di Jerman
 
 Kini Sekretaris Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah berada di Tiongkok. WHO telah mengakui penyakit pernapasan yang mewabah telah menjadi kondisi darurat di Tiongkok.

Namun pekan lalu WHO masih menyatakan terlalu dini untuk menyatakan bahwa warga virus korona baru menjadi darurat internasional. Kendati begitu, WHO menegaskan bahwa wabah virus yang bermula dari Wuhan tersebut menjadi virus memiliki ancaman besar secara global.
   
Sejauh ini, virus korona baru telah merenggut 106 jiwa di Tiongkok. Selain itu, jumlah kasus baru yang terinfeksi mencapai 1.300 orang di 'Negeri Tirai Bambu'.

Komisi Kesehatan Provinsi Hubei, Tiongkok, mengatakan lebih dari 24 orang meninggal akibat virus korona dan lebih dari 1.291 tertular virus tersebut. Namun catatan orang yang tertular di seluruh Tiongkok telah mencapai lebih dari 4.000 orang.
 
Kasus pertama ditemukan di Jerman

Jerman telah melaporkan kasus pertama kasus akibat virus korona yang mematikan di wilayah selatan Bavaria. Kementerian Kesehatan Bavaria melaporkan kasus tersebut pada Senin (27/1).  

"Seorang pria di wilayah Starnberg telah terinfeksi virus korona baru," kata juru bicara pihak kementerian kesehatan setempat. Ia menambahkan bahwa pasien korona tersebut sedangan dalam perawatan dan pengawasan di ruang isolasi. (AFP/Aljazeera/OL-09)

 

BERITA TERKAIT