28 January 2020, 07:00 WIB

Haru dan Tawa Warnai Harmoni 50 Tahun Media Indonesia


Nur Aivanni | Humaniora

SUASANA haru menyelimuti acara Harmoni 50 Tahun Media Indonesia. Tayangan video yang menampilkan sejumlah karyawan Media Indonesia yang telah berpulang menghadap Sang Pencipta kembali membuka memori bagi rekan-rekan mereka yang hadir. Kenangan itu pun tak luput dirasakan Chairman Media Group Surya Paloh.

Seusai tayangan video In Memoriam of the One We Lost itu, Surya menyeka air matanya. Setelah pemutaran video tersebut diputar pula video Melawan Lupa: Meniti Tirani, kemudian dilanjutkan dengan peluncuran dan bedah buku Meniti Tirani yang dipandu host Andy F Noya.

Salah satu isi buku yang dibahas ialah soal tulisan Editorial yang sempat menggegerkan, berjudul Soeharto dan Firaun, yang ditulis Elman Saragih dan Jasso si pemberi ide. Kala itu keduanya menjabat redaktur eksekutif I dan II atau pemred dan wapemred. 

Memasuki acara tersebut, suasana kembali ceria. Andy Noya menghidupkan kembali tawa karyawan Media Indonesia, termasuk para 'alumni' Media Indonesia dengan cerita-cerita humor dari Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur.

Jelang acara berakhir, Surya pun memberikan kata sambutan. Maju ke panggung dengan mengenakan setelan jas lengkap berwarna hitam, Surya mengawali sambutan dengan tenang dan menyampaikan rasa syukur serta terima kasih atas perjalanan Media Indonesia yang berdiri pada 19 Januari 1970 itu bisa menginjak usia emas 50 tahun.

Media Indonesia, lanjut Surya, ialah lanjutan perjuangan dari Harian Prioritas yang diberedel saat usianya baru setahun. "Saat itu saya masih amat muda, tetapi memiliki keinginan untuk suatu kegiatan profesional di dunia pers, dan itu tidak terlepas dari dukungan kawan-kawan alumni. Di sini ada Panda Nababan, seorang tokoh yang berarti bagi saya karena memberi kepercayaan diri kepada saya mendirikan Prioritas dan juga Saudara Derek Manangka," kata Surya sambil melihat ke arah Panda yang duduk di barisan depan.

Seusai Surya memberi sambutan, Panda bangkit dari tempat duduk menghampiri Surya di panggung. Keduanya berpelukan. (Nur/Ths/Riz/X-7)

BERITA TERKAIT