28 January 2020, 06:50 WIB

Jaga Terus Komitmen dan Cita-Cita Kebebasan Pers


Nur Aivanni | Humaniora

KEBEBASAN pers saat ini seyogianya diimplementasikan dengan menjunjung rasa tanggung jawab. Hal itu dilakukan agar pers bisa memberikan asas manfaat yang lebih positif bagi proses kehidupan bangsa. Harapan itu disampaikan Chairman Media Group Surya Paloh dalam sambutan 50 Tahun Media Indonesia di Grand Studio Metro TV, Jakarta, kemarin.

Perjalanan 50 tahun Harian Umum Media Indonesia, menurut Surya, telah memberi arti penting dalam sejarah perjalanan kebebasan pers di Indonesia. Kebebasan pers yang ada saat ini pun tidak terlepas dari komitmen, cita-cita, dan perjuangan awal Media Indonesia sejak didirikan pada 19 Januari 1970. Diingatkan Surya, agar Media Indonesia konsisten menjaga dan terus memperjuangkan cita-cita kebebasan pers itu sendiri.

"Lima puluh tahun perjalanan Media Indonesia adalah sebuah perjalanan yang ikut memberi arti, sekecil apa pun itu, yaitu ikut melahirkan kebebasan pers pada era ini. Itulah arti keberadaan Media Indonesia," kata Surya.

Ia pun meminta agar kebebasan pers yang dimiliki saat ini sejalan prinsip-prinsip pers itu sendiri. Menurutnya, pers harus konsisten dalam memberikan pendekatan pada tiga aspek, yaitu informasi, edukasi, dan entertainment. "Ini prinsip-prinsip jurnalisme yang kita pegang teguh. Maka checks and balances, suatu kaidah yang tidak bisa dilepaskan."

Media Indonesia yang telah menginjak usia 50, lanjut Surya, ialah kelanjutan perjuangan dari Harian Prioritas. "Kita tidak bisa samakan kehadiran industri pers pada waktu itu dengan yang kita alami saat ini. Suasana pers waktu itu tidak bebas, boleh kita katakan suasana pers yang terkendali, pemberitaan pers headline-nya sama, alur ceritanya sama, dan tidak boleh keluar dari itu. Itu yang kita perjuangkan. Kita membangun spirit baru, kelahiran dan kehadiran kebebasan pers di negeri ini," tuturnya.

Ia pun berterima kasih kepada seluruh 'alumni' Media Indonesia yang telah memulainya dari Harian Prioritas ataupun di Harian Media Indonesia.

Surya juga mengingatkan, di era teknologi saat ini, pers konvensional baik media cetak maupun broadcasting terkena dampak lantaran kehadiran media sosial. Ia mengakui bahwa kehadiran media sosial saat ini tidak bisa ditepiskan.

 

Mata hati

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menilai Media Indonesia yang telah berusia 50 tahun menggambarkan media yang telah menjadi hati, mata, dan pikiran bangsa ini. "Tentu saja ini memberikan pengalaman sangat tinggi dalam menjaga eksistensi bangsa, kebesaran bangsa, dan tentu saja mengadaptasi perkembangan yang ada," kata Syahrul.

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Chairman Media Group Surya Paloh (kiri) bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin LImpo (kanan) meminum kopi sebagai tanda pembukaan Festival kopi 2020 di Gedung Media Indonesia Grub, Kedoya, Jakarta barat (27/1/2020).

 

Ia berharap Media Indonesia tetap jadi tumpuan dan harapan rakyat. "Membawa pikiran-pikiran maju rakyat dan bangsa menghadapi kehidupan yang kian global, tantangan budaya juga terus berubah, tapi tetap Indonesia. Kita harapkan (Media Indonesia) hadir dengan eksistensi kehidupan dan jati dirinya."

Sebelumnya, Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong menyampaikan bahwa Media Indonesia telah melakukan berbagai upaya pada 2019 saat prospek media cetak menurun. Ia bersyukur segala upaya itu membawa hasil.

Perayaan HUT Emas Media Indonesia juga diwarnai ucapan terima kasih kepada para 'alumni', antara lain tokoh pers Panda Nababan, Usamah Hisyam, Imam Anshori Saleh, dan Emron Pangkapi. Kisah 'alumni' Media Indonesia juga secara khusus dibukukan dalam sebuah buku berjudul Meniti Tirani. (Ths/X-6)

BERITA TERKAIT