28 January 2020, 01:30 WIB

Uni Eropa Gandeng ASEAN Tangani Bencana dan Krisis


(Rif/X-11) | Internasional

UNI Eropa melakukan kerja sama dengan The ASEAN Coordinating Center for Humanitarian Assistance on Disaster Management guna meningkatkan kapasitas ASEAN dalam menanggapi bencana alam dan krisis kemanusiaan.

Inisiatif baru ini nantinya akan memperkuat kapasitas AHA Center untuk mencapai keunggulan operasional dalam pemantauan bencana dan tanggap darurat.

Direktur Eksekutif AHA Center, Adelina Kamal, mengapresiasi dukungan UE dalam peningkatan ASEAN untuk menanggapi bencana alam.

"Dukungan Uni Eropa melalui proyek ini sangat penting bagi AHA Center untuk memastikan perkembangannya yang berkelanjutan," kata Adelina di Kantor Sekretariat ASEAN, Jakarta, kemarin.

"Proyek ini juga akan menguntungkan negara-negara anggota ASEAN melalui dukungannya pada sejumlah kegiatan peningkatan kapasitas, lokakarya, dan lainnya," sebutnya.

Dikatakannya, program ini secara substansial dapat mengurangi biaya manusia, ekonomi, sosial, serta lingkungan dari bencana di ASEAN dan tentunya mendukung tanggapan keadaan darurat bencana secara bersama-sama.

Selain itu, program ini juga sebagai implementasi agenda ASEAN di 2030 untuk pembangunan berkelanjutan, dengan memperkuat kemampuan ASEAN menanggapi keadaan darurat bencana.

ASEAN merupakan salah satu wilayah rawan bencana di dunia, dengan lebih dari 50% kematian akibat bencana global yang terjadi di kawasan ini selama periode 2004-2014, sehingga dirasa perlu sebuah peningkatan kemampuan manajemen bencana dan meningkatkan upaya mitigasi perubahan iklim.

"Kesiapsiagaan sama pentingnya dengan respons yang memadai untuk membatasi sebab-akibat manusia. Kita membutuhkan pendekatan dua sisi untuk meminimalkan sebab-akibat dan kerugian," ucap Dubes UE untuk ASEAN, Igor Driesmans.

Proyek ini nantinya akan memanfaatkan keahlian Pusat Koordinasi Tanggap Darurat yang beroperasi di bawah mekanisme perlindungan Sipil UE dan memiliki lingkup pekerjaan yang serupa di UE.

"Program yang kami luncurkan membuktikan kemitraan solidaritas ganda di dalam ASEAN dan antara ASEAN dan UE, juga pertukaran keahlian, kapasitas, serta niat baik," ujar Driesmans. (Rif/X-11)

BERITA TERKAIT