28 January 2020, 01:15 WIB

WNI belum Dilarang Pergi ke Tiongkok


(AFP/Rif/X-11) | Internasional

KEMENTERIAN Luar Negeri RI menyatakan belum ada larangan bepergian bagi WNI ke Tiongkok. Namun, para WNI diminta berhati-hati mengantisipasi penularan virus 2019-nCoV atau yang dikenal dengan virus korona yang telah mewabah di Wuhan, Tiongkok.

"Kami mencatat sekarang belum ada travel banned untuk berkunjung ke Tiongkok. Sifatnya lebih ke memberikan peringatan dan saran kepada mereka yang berencana ke Tiongkok untuk meningkatkan kehati-hatian," ucap Plt Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah, di Kantor Kemlu, Jakarta, kemarin.

Kemlu memastikan hingga saat ini tidak ada WNI yang terjangkit virus 2019-nCoV. "Baru saja masuk kabar dari Beijing, tidak ada WNI yang terpapar, mereka juga sudah komunikasi ke Wuhan dan tidak ada yang terpapar," ucapnya.

Ia mengatakan jumlah WNI yang tinggal di daerah yang dikarantina sebanyak 243 orang, mayoritas mahasiswa, dan tersebar di Wuhan, Xianing, Huangshi, Jingzhou, Xianyang, Enshi, dan Shiyan.

Ia membenarkan, saat ini tengah terjadi kelangkaan barang kebutuhan pokok. Kemlu telah berkoordinasi dengan KBRI Beijing dan otoritas Tiongkok untuk mengupayakan bantuan logistik bagi para WNI.

Kemlu juga telah mengadakan konferensi video bersama Kementerian Kesehatan RI lalu dengan KBRI Beijing, KJRI Guangzhou, KJRI Hong Kong, dan KDEI Tiongkok soal opsi penanganan WNI yang saat ini terisolasi di Kota Wuhan.

Kendati demikian, Faizasyah belum merinci langkah dan persiapan teknis evakuasi yang akan dilakukan bila opsi tersebut diambil pemerintah.

Korban meningkat

Pemerintah Tiongkok kemarin melaporkan jumlah korban tewas akibat virus korona baru meningkat menjadi 81 korban, dengan total terkonfirmasi 2.744 kasus.

Untuk menandakan kasus makin serius, Perdana Menteri Tiongkok Le Keqiang telah meninjau upaya penanganan virus di Wuhan.

Selain Wuhan, otoritas Tiongkok juga telah menutup kota-kota lainnya di Provinsi Hubei yang menyebabkan puluhan juta orang terkurung, termasuk ribuan warga asing.

Upaya lainnya dari pemerintah Tiongkok ialah dengan memperpanjang libur nasional yang semestinya akan berakhir pada 30 Januari menjadi pada 2 Februari untuk mengurangi jumlah warga yang bepergian. (AFP/Rif/X-11)

BERITA TERKAIT