27 January 2020, 17:57 WIB

Kementerian/Lembaga Harus Beli Alutsista Lokal


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

INDONESIA merupakan pasar besar bagi perusahaan-perusahaan lokal yang menjual produk-produk alat utama sistem senjata (alutsista).

Pada tahun ini, dana yang dialokasikan pemerintah di dalam APBN untuk belanja pertahanan mencapai Rp147 triliun.

Presiden Joko Widodo meminta anggaran sebesar itu tidak dihamburkan ke luar negeri. Artinya, berbagai keperluan alutsista sudah semestinya dipenuhi dari industri dalam negeri.

"Industri strategis pertahanan kita ini harus diberikan prioritas terlebih dahulu. Kementerian Pertahanan, kementerian-kementerian yang lain, misalnya ingin membeli kapal, beli ke PT PAL. Polair, Bea Cukai Kementerian Keuangan, beli dari PT PAL semuanya," ujar Jokowi di PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/1).

Baca juga: Jokowi Minta Prabowo Perkuat Industri Alutsista

Jika seluruh instansi terkait memenuhi kebutuhan sistem pertahanan mereka dari dalam negeri, ia optimistis pesanan alutsista akan terus berjalan bahkan hingga 15 tahun ke depan.

Dengan begitu, industri tersebut akan terus berkembang dan semakin konsisten di masa mendatang. Setelah memenuhi kebutuhan di dalam negeri, barulah industri alutsista bisa mulai fokus menggarap permintaan yang datang dari pasar internasional.

"Yang pertama pasarnya adalah kita sendiri, Indonesia dulu. Penuhi semuanya. Sisanya baru ekspor. Saya kira itu bagus, tapi kita sendiri dulu. Pasar kita, kita penuhi," tutur Jokowi.(OL-5)

BERITA TERKAIT