27 January 2020, 16:52 WIB

Rouhani : Jangan Biarkan Trump Merusak Persatuan Iran


Rifaldi Putra Irianto | Internasional

PRESIDEN Iran Hassan Rouhani dalam sebuah pidato yang disiarkan langsung disitus reminya mengatakan, tidak seharusnya rakyat Iran mengizinkan pendekatan 'tekanan maksimum' Presiden Amerika Serika Donald Trump merusak persatuan nasional menjelang pemilihan parlemen.

Pemerintah Iran menghadapi tantangan ekonomi setelah AS menarik diri dari kesepakatan nuklir, yang menyebabkan AS kembali menerapkan sanki terhadap Iran termasuk ekspor minyak yang sangat penting bagi negara mereka.

"Kita seharusnya tidak membiarkan Trump berhasil menciptakan celah antara pemerintah dengan rakyat, kita tetap harus bersatu jangan berpaling dari pemilihan umum, mari kita raih angka partisipasi yang tinggi," kata Rouhani, dilansir dari CNA.

Dewan Wali Iran yang memeriksa semua kandidat pemilihan, membatalkan sekitar 9.000 dari 14.000 pendaftar yang mencalonkan diri dalam pemilihan. Kaum moderat mengatakan di sebagian besar kota mereka tidak memiliki kandidat untuk dicalonkan dalam pemilihan.

Baca juga : Trump Tidak Takut Ancaman Iran dan Siap Gempur Iran Lagi

Sejak revolisi islam iran pada 1979, penguasa menyingkirkan tangan-tangan untuk terus berkuasa. Namun gesekan antara mereka dan rakyat melebar sejak tahun lalu, ketika ratusan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah.

Teheran juga berisiko mengalami krisis legitimasi ditengah meningkatnya kemarahan publik dan kritik internasional atas pengakuan yang salah atas Pengawal Revolusi elit Iran karena menembak jatuh sebuah pesawat Ukraina dikarenakan human eror.

Ketidak percayaan antara para penguasa dan pemerintah dikombinasikan dengan kesulitan ekonomi, menjadi pertanda buruk bagi pemilihan parlemen pada Februari mendatang.

"Saya menyeru bangsa kami untuk memilih, bahkan jika anda memiliki kritikan atas sejumlah isu, silahkan berikan suara anda," ucap Rouhani. (CNA/Rif/OL-09)

BERITA TERKAIT