27 January 2020, 16:23 WIB

Jual Ganja via Instagram, Sepasang Kekasih Ditangkap


Tri Subarkah | Megapolitan

SUBDIT I Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri tangkap sepasang kekasih berinisial Yandre, 33, dan Anggi, 24, yang menjual ganja via instagram dengan kamuflase aksesoris rokok.

Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adisaputra, cara yang dilakukan pasangan tersebut tidak lazim.

"Dalam bisnisnya, ganja ini sudah didesain, dimodifikasi secara khusus lalu kemudian dikemas dalam kemasan aksesoris rokok. Ini bagian temuan baru dari Bareskrim karena sedemikian rapihnya modus operandi ini mampu tercium oleh jajaran Direktorat Narkoba," kata Adisaputra di Mabes Polri, Senin (27/1).

Menurut Kasubdit I Dittipid Narkoba Bareskrim Polri Kombes Asep Jenal Ahmadi, ada empat jenis paket ganja yang dijual kedua tersangka lewat akun Instagram @matersilap dan @drewmolid.smokehaus, yakni paket Rp300 ribu (5 gram), Rp500 ribu (10 gram), Rp750 ribu (20 gram) dan Rp1 juta (50 gram).

Adapun aksesoris rokok yang digunakan untuk mengkamuflase bisnis haram tersebut antara lain kertas papir, korek gas, filter rokok, kemasan kaleng rokok, dan alat penghancur biji dan tembakau rokok.

Ahmadi mengungkap bahwa kedua pasangan kekasih tersebut merupakan 'distributor besar'. Pada bulan September lalu, kata Ahmadi, tersangka Yandri membeli ganja dari T yang berstatus DPO di Bukittinggi, Sumatera Barat. Dari sana, Yandre mengirim 31 kg dan 22 kg paket ganja yang dikirim ke alamatnya sendiri di Jakarta Selatan. Dari total 53 kg ganja yang dibeli, duet kekasih Yandre dan Anggi sudah menjual 12 kg ganja.

"Mereka kelola sendiri, meracik sendiri, memaket sendiri, kirim sendiri, dia kelola menejemennya sendiri. Itu yang dianggap aman bagi dia. Bahkan mengambil barangnya pun sendiri," jelas Ahmadi.

Atas perbuatannya, kedua tersangka disangkakan dengan Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidada penjara seumur hidup, atau paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun.

Bukan Ganja Aceh

Ganja yang dijual pasangan Yandre dan Anggi dengan bermodus aksesoris rokok, menurut Ahmadi sudah diolah sedemikian rupa. "Fisiknya sudaj mengalami satu proses di mana sudah ada pemisahan antara batang, daun, dan bijinya. Dan sudah reltif lebih halus, siap linting," terangnya.

Berdasarkan keterangan Yandre, kultivasi ganja yang diperolehnya bukan berasal dari ladang Aceh, Medan, maupun Mandailing Natal. Untuk keperluan pengembangan, Ahmadi enggan membocorkan asal ladang ganja yang diperoleh Yandre. Lebih lanjut, pihak kepolisian masih menyelidiki seberapa besar jaringan peredaran ganja tersebut.

"Dengam modus yang baru kita temukn seperti ini, berapa besar jaringannya? Ini kan baru kita temukan satu jaringan distributor besar. Nah apakah ada distributor yang lain, ini yan sedang kita kembangkan," pungkas Ahmadi. (OL-2)

BERITA TERKAIT