27 January 2020, 16:17 WIB

243 WNI di Wuhan Belum Bisa Dievakuasi


Hilda Julaika | Internasional

MENTERI Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) di Wuhan belum bisa dievakuasi hingga saat ini. Pasalnya, Kota Wuhan masih dalam posisi lock down (terkunci) atau diisolasi dengan ketat sehingga para WNI pun tak bisa keluar dari wilayah Wuhan. Menurut Terawan terdapat setidaknya 243 WNI yang menetap di Wuhan.

Lebih lanjut Terawan menjelaskan dalam keadaan lock down, penduduk tidak bisa melakukan tindakan masuk ke maupun keluar dari Kota Wuhan. Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan lebih masif. Akan tetapi, Terawan menyebut apabila penduduk harus dievakuasi keluar dari Wuhan memerlukan deklarasi khusus dan melalui serangkaian pemeriksaan yang ketat.

"Caranya evakuasi gimana? Kita harus tahu bahwa kota itu sudah di-lock down. Tidak boleh ada yang masuk dan tidak boleh ada yang keluar. Kalau pun dia keluar harus declare betul-betul dan diperiksa dengan lengkap bahwa ini sudah bebas," ujarnya kepada awak media di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (27/1).

Apabila harus dilakukan evakuasi, sambungnya, maka WNI yang ada di Wuhan perlu dipindahkan dulu ke wilayah lain di Tiongkok. Lalu melakukan prosedur berupa masa inkubasi. Apabisa setelah proees inkubasi selesai dan kecurigaan akan virus korona tersebut tidak terlihat, barulah bisa dievakuasi.

Sebagai informasi, sebanyak 243 warga Indonesia di Wuhan saat ini dalam keadaan negatif terpapar virus korona. Menurut keterangan Terawan, para WNI ini dalam keadaan sehat dan tidak terkontaminasi virus korona yang tengah merebak di Wuhan ini.

Hingga saat ini, Terawan belum bisa memastikan untuk bisa melakukan evakuasi WNI di Wuhan. Hal ini menurutnya lantaran kondisi Kota Wuhan yang masih diisolasi. Meski begitu, pihaknya mengklaim bahwa pemerintah akan menjaga dan memperketat pengawasan agar masyarakat dan negara terbebas dari paparan virus korona ini. (OL-4)

BERITA TERKAIT