27 January 2020, 15:44 WIB

KPK Menimbang 366 Kasus Lawas, Lanjut atau Stop


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menganalisa 366 perkara lama yang masih di tahap penyelidikan. Tidak menutup kemungkinan seluruhnya akan dihentikan atau dilimpahkan ke penegak hukum lain.

"Dalam kasus penyelidikan perkara kami sudah melakukan evaluasi terhadap perkara yang sedang dalam penyelidikan. Tercatat kurang lebih 366 perkara yang sedang dilakukan penyelidikan dan KPK sudah merumuskan pertama inventarisasi kembali terhadap seluruh perkara kasus di KPK," kata Ketua KPK Firli Bahuri pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR, di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (27/1).

Menurut dia, terhadap 366 perkara lawas KPK akan menginventaris untuk menentukan masih laik naik ke tahap penyidikan atau dihentikan. Kemudian pilihan lain dengan dilimpahkan ke Kepolisian atau Kejaksaan Agung.

"Ketiga, kalau dilanjutkan, kita akan terbitkan surat perintah penyelidikan lanjutan. ada dampaknya pak, kalau setelah terbitkan surat perintah penyelidikan lanjutan," ujar kepada Komisi III DPR.

Ia mengaku sudah berkonsultasi dengan Dewan Pengawas KPK bahwa gelar perkara terhadap kasus lawas tersebut izinnya bisa dilayangkan secara serentak. Dengan begitu, persetujuan Dewas seperti untuk penyadapan bisa untuk 10 perkara.

"Tinggal Dewas menilai apakah memberikan izin atau ditolak izinnya," terangnya.

Dari 366 perkara itu, lanjut dia, 113 perkara berasal dari periode 2008-2020. "Kita aka kerja keras dan muaranya nanti adalah seketika perkara tersebut memang tidak layak dilanjutkan, karena dalam UU 19/2019 tentang KPK disebut batas waktunya 2 tahun. Kemudian dalam hukum acara pidana disebutkan perkara apa saja yang kita hentikan antara lain satu perkara tsb bukan tindak pidana, kedua tidak cukup bukti," pungkasnya. (OL-13)

BERITA TERKAIT