27 January 2020, 15:25 WIB

Pemerintah Ingin Maksimalkan Produk Pertanian Lewat Koperasi


Putra Ananda | Ekonomi

MELALUI Kementerian Koperasi (Menkop) dan UKM, pemerintah ingin memaksimalkan potensi produk pertanian. Caranya, dengan melakukan konsolidasi lahan pertanian yang saat ini sebesar 90% masih dikelola secara perorangan dilahan yang sempit.

"Kenapa pertanian rakyat tidak begitu berkembang, karena pelaku usahanya sebagian besar, 90 persen lebih lewat perorangan dengan lahan yang sangat sempit. Ini yang menurut Presiden, kalau tidak dikonsolidasikan akan sulit melahirkan sistem pertanian yang produktif," kata Menkop UKM, Teten Masduki, dalam acara pembukaan Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2020 di Jakarta, Senin (27/1).

Teten memaparkan salah satu cara mengembangkan sektor pertanian adalah membuat bisnis model berbentuk korporatisasi petani dengan mengkonsolidasikan lahan-lahan rakyat.

Baca juga : Menkop UKM Atur Strategi Cetak Koperasi Sejajar dengan Korporasi

Nantinya, menurut Teten, lahan-lahan milik rakyat dengan luasan 100 hektare akan dikonsolidasikan untuk komoditas tertentu berdasarkan klaster.

Lahan-lahan tersebut, katat Teten, akan dikembangkan menjadi lahan bisnis yang dihubungkan langsung dengan off taker sehingga hasil produksi petani terjamin oleh pasar. Pemerintah pun sudah menyiapkan pembiayaan atau dana KUR lewat perbankan.

Salah satu proyek percontohan (pilot project) telah dilakukan di daerah Demak, Jawa Tengah, dengan komoditas beras. Jika berhasil, proyek ini akan diterapkan di wilayah lain sehingga distribusi beras antara area produksi dan konsumen tidak akan memakan biaya logistik yang besar.

"Kami sudah hitung, satu koperasi minimum lahannya 1.000 hektare dengan RMU (Rice Milling Unit) per hari 50 ton. Ini bisa sangat efisien. Kita bisa rencanakan supply chain-nya supaya beras tidak mondar-mandir dari Sumatra ke Jawa atau sebaliknya," kata Teten. (Uta/OL-09)

BERITA TERKAIT