27 January 2020, 08:38 WIB

Virus Korona, Hari Ini Korban Meninggal Jadi 80 Orang


Rifaldi Putra Irianto | Humaniora

PEMERINTAH Tiongkok melaporkan hingga Senin, (27/1) korban tewas akibat virus korona baru atau yang memiliki nama (2019-nCoV) terus meningkat menjadi 80 korban, dengan jumlah yang terjangkit terkonfirmasi sebanyak 2.744 kasus.

Adapun peningkatan 24 korban tewas berasal dari Hubei, Provinsi yang menjadi episenter penyebaran virus 2019-nCoV, dan Sekitar separuh dari total kasus itu pun berasal dari Hubei, denga 461 kasus berada dalam kondisi serius

Tiongkok pun telah menutup rapat Hubei, terutama Wuhan yang merupakan kota asal munculnya virus nCoV. Virus ini memicu kekhawatiran global karena dinilai mirip dengan penyakit Sindrom Pernapasan Akut Berat atau SARS yang sempat mewabah pada 2002-2003.

Pemerintah Tiongkok juga menerapkan larangan bepergian di sejumlah wilayah. Tiongkok telah melarang operasional bus jarak jauh di provnsi Shandong dan empat kota besar -- Beijing, Shanghai, Xi'an dan Tianjin.

Pelarangan ini dinilai harus dilakukan karena jutaan warga Tiongkok biasa bepergian ke banyak wilayah di tengah perayaan Tahun Baru Imlek.

Provinsi Guangdong yang padat penduduk, Jiangxi di Cina tengah, dan tiga kota mengharuskan warga mengenakan masker di muka umum.

Organisasi dari ibu kota Hubei di Wuhan, menyebutkan virus telah menyebar ke seluruh Cina dan di seluruh dunia - dengan kasus-kasus yang dikonfirmasi di sekitar selusin negara termasuk sejauh Amerika Serikat.

Meskipun virus ini dinilai mirip dengan penyakit Sindrom Pernapasan Akut Berat atau SARS yang sempat mewabah pada 2002-2003.

Kepala Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok Ma Xiaowei menegaskan virus korona nCoV sangat berbeda dengan SARS. Ia menyebut masa inkubasi virus korona nCoV berkisar 10 hari, dengan satu hari sebagai yang terpendek dan dua pekan terlama. Karena menular dalam periode inkubasi, lanjut Ma, virus korona nCoV berbeda dengan SARS.

Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok juga akan terus berbagi informasi terkini terkait virus korona nCoV kepada dunia. Beijing juga mengaku akan membuka diri dalam menerima pakar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Hong Kong, Makau dan juga Taiwan. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT