27 January 2020, 04:40 WIB

Wisata Literasi di Grhatama Pustaka


. (Ardi Teristi Hardi/H-3) | Humaniora

RATRI, 22, dan Ulfa, 22, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan, tampak asyik berdiskusi sambil mencermati layar komputer jinjing, ketika ditemui di Grhatama Pustaka, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), beberapa waktu lalu. "Sedang cari buku untuk mengerjakan tugas kuliah," terang Ratri.

"Pada hari biasa, rata-rata pengunjung 700 orang, sedangkan pada Sabtu dan Minggu bisa sampai 1.000," jelas Kepala Balai Layanan Perpustakaan DIY, Nur Satwika. Tak mengherankan jika Grhatama Pustaka diserbu. Koleksi perpustakaan lengkap, mencapai 300 ribu buku, mulai buku terbaru hingga naskah kuno yang sudah berbentuk digital.

Grhatama Pustaka merupakan nama gedung dari Unit Pelaksana Teknis Balai Layanan Perpustakaan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY. Grhatama Pustaka diresmikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pada 21 Desember 2015.

Grhatama mempunyai Sistem Perpustakaan Terpadu Jogja Library for All (Sepatu Jolifa) sebagai andalan. Sistem ini membantu pengunjung mendapatkan buku yang dicari dari perpustakaan lain. "Anggota Sepatu Jolifa bisa terkoneksi dengan 39 perpustakaan di lingkup DIY," ujar Nur Satwika.

Layanan Sepatu Jolifa sudah diuji coba pada 2018 dan sudah beroperasi normal pada 2019. Misalnya, pemustaka berkunjung ke perpustakaan yang masuk jejaring Sepatu Jolifa tidak menemukan buku yang ia cari di perpustakaan tersebut. Namun, buku itu ada di perpustakaan lain yang masuk jejaring Sepatu Jolifa. Pustakawan di perpustakaan tersebut akan mengirimkan buku itu ke perpustakaan tempat pemustaka berada (pinjam antarperpustakaan) menggunakan kurir yang disediakan Balai Layanan Perpustakaan. Hingga saat ini, terdapat 39 perpustakaan di DIY dalam jejaring Sepatu Jolifa yang terdiri atas 28 perpustakaan perguruan tinggi, 5 perpustakaan kabupaten/ kota, 2 perpustakaan sekolah, dan 3 perpustakaan masyarakat.

Meminjam buku di Ghratama Pustaka cukup mudah. "Pemustaka bisa meminjam koleksi umum (di Grhatama Pustaka) kapan saja dan dari mana saja di wilayah DIY," kata dia. Pemustaka tinggal menghubungi admin dan buku akan diantar ke tempat pemustaka. Batas peminjaman selama tujuh hari dan bisa diperpanjang. Saat masa peminjaman habis, admin akan memberi tahu pemustaka dan kurir akan menjemput buku tersebut di tempat pemustaka. "Kita mengadakan aktivitas literasi yang menggadeng pelajar, masyarakat umum, budayawan, dan penulis seperti bedah buku dan workshop karya tulis," jelas Nur Satwika. Ia berharap, dengan langkah-langkah yang dilakukan, Grhatama Pustaka bisa menjadi tempat wisata literasi di DIY. (Ardi Teristi Hardi/H-3)

BERITA TERKAIT